Menu

Kolesterol Tinggi Masih Jadi Ancaman, Ahli Ingatkan Risiko Silent Killer

30 September 2025 07:34 WIB
Kolesterol Tinggi Masih Jadi Ancaman, Ahli Ingatkan Risiko Silent Killer

Ilustrasi kolesterol tinggi. (Pinterest/Edited by HerStory)

HerStory, Jakarta —

Kementerian Kesehatan RI mencatat satu dari tiga orang dewasa di Indonesia hidup dengan kolesterol tinggi. Kondisi ini kerap tidak disadari karena jarang menimbulkan gejala, padahal dapat memicu penyakit jantung lemah, hipertensi, hingga stroke, yang menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia.

Peringatan Hari Jantung Sedunia yang jatuh pada 29 September menjadi momentum bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap faktor risiko kolesterol. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan, menjaga kadar kolesterol normal dapat menurunkan risiko penyakit jantung hingga 50 persen.

“Faktanya, banyak orang baru peduli kolesterol setelah masalah datang, padahal kolesterol tinggi sering kali tidak menunjukkan gejala apa pun. Inilah yang membuatnya disebut sebagai silent killer,” ujar dr. Mariani Leman, Direktur PT NutriSains (Pharos Group), dikutip dari keterangan resmi, Selasa (30/9/2025).

Menurut Mariani, kolesterol tinggi bisa menyerang siapa saja, bukan hanya lansia. Pekerja muda dengan pola makan tinggi lemak dan aktivitas padat juga berpotensi mengalaminya. Makanan populer seperti gorengan, santan, dan daging berlemak jika dikonsumsi berlebihan dapat memperbesar risiko.

Ia menambahkan, menjaga kesehatan jantung tidak cukup hanya dengan olahraga dan pola makan.

“Kunci dari hidup sehat bukan hanya olahraga dan pola makan, tapi juga dukungan nutrisi yang tepat," jelas Mariani.

"Karena menjaga kolesterol bukan sekadar mencegah penyakit, melainkan memastikan kualitas hidup tetap terjaga. Kesehatan adalah investasi jangka panjang, bukan biaya,” tambahnya lagi.

PT Pharos Indonesia melalui anak usahanya, PT NutriSains, menghadirkan suplemen dengan kandungan asam lemak Omega 3, 6, 9 dan GLA dari minyak ikan salmon, biji evening primrose, serta minyak zaitun dan canola. Formulasi ini diklaim dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL), meningkatkan kolesterol baik (HDL), dan menjaga elastisitas pembuluh darah.

Mariani menegaskan, edukasi mengenai pencegahan perlu diperluas agar masyarakat tidak menunggu hingga gejala muncul.

“Kunci dari hidup sehat bukan hanya olahraga dan pola makan, tapi juga dukungan nutrisi yang tepat. Omepros hadir sebagai pilihan praktis bagi mereka yang ingin menurunkan kolesterol dan menjaga kesehatan jantung tanpa ribet,” jelas dr. Mariani.

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Artikel Pilihan