Menu

Program Daya SMBC Indonesia Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pembinaan dan Digitalisasi

30 September 2025 21:39 WIB
Program Daya SMBC Indonesia Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pembinaan dan Digitalisasi

Sumber: Ida Umy Rasyidah

HerStory, Jakarta —

Beauty, tahu kah kamu jika Bank SMBC Indonesia melalui Program Daya kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung UMKM naik kelas. Pada 2025, salah satu UMKM kopi binaan Daya mendapat kesempatan berpartisipasi di Amsterdam Coffee Expo, mewakili produk lokal Indonesia di panggung internasional. Kehadiran UMKM kopi ini bukan hanya sebuah pencapaian individu, tetapi juga simbol bagaimana dukungan pembinaan yang tepat dapat membuka jalan bagi UMKM untuk menembus pasar global.

Dukungan tersebut pun dirasakan oleh Dessy Pratiwi Putri, pemilik Silhouette Crochet, yang omzet usahanya naik 30% setelah ikut Selendang Mayang. Begitu pula Eka Maisyaroh, penjual Bolu Pisang yang mampu menyekolahkan anaknya hingga lulus kuliah berkat literasi keuangan dan pemasaran digital dari Program Daya.

Kisah ketiganya hanyalah sebagian kecil bukti bagaimana pembinaan yang tepat mampu membuat UMKM bukan sekadar bertahan, tetapi juga naik kelas.

UMKM jadi Tulang Punggung Ekonomi yang Perlu Naik Kelas

Mengutip data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pada 2025 terdapat sekitar 65,5 juta UMKM di Indonesia. Jumlah tersebut menyumbang 61,9% Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap 119 juta tenaga kerja, atau sekitar 97% total tenaga kerja nasional.

Meski berperan besar, UMKM masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari akses ke pasar, kualitas produk, adopsi teknologi, hingga kesenjangan daya saing dengan brand-brand yang sudah besar.

Itu sebabnya, program pembinaan dan digitalisasi sangat diperlukan agar para UMKM bisa naik kelas, dan makin berdampak baik terhadap ekonomi Indonesia.

Mengenal Program Daya dari SMBC Indonesia

Bicara soal program pembinaan, ternyata SMBC Indonesia memiliki program Daya, lho Beauty.  Communications dan Daya Head Bank SMBC Indonesia, Andrie Darusman, sempat bercerita jika program pembinaan UMKM ini berakar dari visi welas asih sejak bank ini berdiri pada 1958, Daya menjadi manifestasi komitmen SMBC Indonesia untuk “memberikan kehidupan yang lebih berarti” bagi nasabah dan masyarakat luas.

"Daya adalah program pemberdayaan masyarakat yang berdampak, terukur, dan berkelanjutan bagi komunitas, khususnya bagi nasabah SMBC Indonesia," jelas Andrie saat memaparkan tentang Daya, dikutip Herstory, beberapa waktu lalu.

Selaras dengan hal itu, Henoch Munandar, Direktur Utama SMBC Indonesia pun menyebut jika program Daya merupakan dukungan bagi para UMKM yang menghadapi banyak tantangan dengan memberikan banyak pembekalan yang bisa diimplementasikan sehingga usahanya makin berkembang.

“Daya Fest merupakan salah satu perwujudan nyata komitmen SMBC Indonesia dalam memberdayakan masyarakat melalui sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), meningkatkan literasi keuangan dan kapasitas diri, serta mendorong gaya hidup berkelanjutan. Kami berharap rangkaian inisiatif dari keempat pilar Daya ini tidak hanya menjadi program yang berkelanjutan, tetapi juga berdampak dan praktis, serta mudah diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari," jelas Henoch.

Dukungan SMBC Indonesia kepada UMKM pun diapresiasi oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Neli Yana, Direktur Kriya pada Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Kemenparekraf, menyebut jika  program Daya bisa mendorong pertumbuhan para UMKM.

"Ajang ini membuktikan peran strategis berbagai pihak dalam memberdayakan masyarakat, mendorong pertumbuhan UMKM, serta menghadirkan solusi keuangan yang inovatif,”  ujar Neli saat pembukaan Daya Fest 2025.

Sebagai informasi Beauty, Daya sendiri memiliki 4 pilar penting, yuk simak penjelasannya berikut ini:

1. Pengembangan Kapasitas Diri

Dalam hal ini SMBC Indonesia, mendukung komunitas dan nasabahnya untuk meningkatkan keterampilan sesuai dengan minat dan kebutuhan. Sebagai contoh, Andrie menyebut jika SMBC memberikan pelatihan bahasa Inggris kepada supir bus pariwisata.

"Kita memberikan fasilitas atau we facilitate teman-teman nasabah. Untuk memiliki kompetensi yang sesuai dengan keterampilan mereka. Misalnya contohnya adalah salah satu nasabah korporasi kita adalah perusahaan transportasi umum. Dan salah satu unitnya adalah bus pariwisata. Jadi kita memberikan pemberdayaan bagi supirnya untuk bisa berbahasa Inggris. Contohnya itu salah satunya. Jadi pemberdayaan yang kita berikan buat karyawan dari nasabah kami. Si karyawan menjadi terberdaya. Tapi kemudian hubungan antara Bank SMBC Indonesia dan klien korporasi juga semakin baik," jelas Adrie.

2. Literasi Keuangan

Dalam hal ini, SMBC Indonesia memberikan edukasi keuangan agar para nasabahnya bisa mengelola keuangan dengan bijak.

"Kemudian literasi keuangan. Sebagai bank kita harus memberikan integrasi keuangan kepada nasabah kita," tutur Adrie.

3. Peningkatan Kapasitas Usaha

Sebagai bentuk dukungan terhadap UMKM, SMBC Indonesia memiliki program Selendang Mayang agar para UMKM bisa meningkatkan kapasitas usahanya.

"Peningkatan kapasitas usaha. Ini salah satu manifestasi adalah Selendang Mayang, di lantai 27. Di mana kita membina nasabah kami, tapi juga memberikan fasilitas untuk channeling produk mereka. Salah satunya adalah bazaar ini," jelas Adrie.

4. Kehidupan yang Berkelanjutan

SMBC Indonesia pun rutin mengadakan kegiatan sehat dan ramah lingkungan agar bisa mendukung gaya hidup berkelanjutan.

"Salah satu programnya adalah program layanan kesehatan. Di mana kita memberikan pelayanan kesehatan kepada nasabah pensiunan mereka," tutur Adrie.

Seiring berjalannya waktu dan perkembangan teknologi yang terjadi di Indonesia, tepatnya pada 2017, program ini bertransformasi secara digital melalui platform daya.id, yang menghadirkan konten edukasi, artikel, video, hingga konsultasi dengan pakar usaha, digital, dan psikologi.

Daya Fest 2025 jadi Ruang Kolaborasi UMKM

Komitmen SMBC Indonesia dalam mendukung pertumbuhan UMKM pun bisa terlihat dalam pilar Peningkatan Kapasitas Usaha, yaitu melalui Daya Fest 2025 yang digelar pada 27–29 Agustus di Menara SMBC, Jakarta, mengusung tema “Growing Collaboration, Sustainable Impact”.

Daya Fest sendiri memiliki beberapa agenda yang sangat menarik, mulai dari Selendang Mayang, yaitu bazar yang menjadi wadah para UMKM untuk menarik  banyak konsumennya. Menariknya Beauty, Selendang Mayang di tahun ini menampilkan lebih dari 100 UMKM binaan, dengan 10.000 produk lokal dari 300 kategori.

Selendang Mayang bukan sekadar ajang pamer produk, tetapi wadah untuk memperluas pasar, memperkuat jejaring bisnis, dan meningkatkan omzet. Salah satu pelaku UMKM binaan Daya, Dessy Pratiwi Putri pemilik Silhouette Crochet mengaku mendapatkan peningkatan omzet hingga 30%. Testimoni ini membuktikan dampak nyata dari Daya Fest.

"Dengan ikut progam daya, Selendang Mayang dan Daya.id, saya dapat media promosi untuk produk handmade aksesoris wanita Silhouette Crochet, pemasaran saya jadi meluas. Tahun kemarin ada peningkatan omzet sekitar 30% setelah even Seledang Mayang, ada yang repeat order, ada yang menanyakan produk-produk lain selain yang di pamerkan, bahkan ada konsumen yang membantu mempromosikan ke luar negeri," jelas Dessy.

Di sisi lain, Eka Maisyaroh Nasabah Micro Business di Selendang Mayang yang menjual Bolupis (Bolu Pisang) pun mengaku mendapatkan banyak manfaat setelah mengikuti berbagai program yang diberikan Daya, khususnya di website, bahkan Eka sampai bisa menyekolahkan anaknya, loh.

"Manfaat yang saya peroleh dari program SMBC Indonesia termasuk pembukuan keuangan yang lebih baik, pemasaran yang lebih baik melalui program online, dan tentunya mendapatkan tambahan omzet khususnya lewat Selendang Mayang, Dampak yang saya rasakan dari program daya, usaha saya bertahan 18 tahun, saya dapat menyekolahkan anak hingga lulus kuliah," cerita Eka.

Dari dua cerita UMKM tersebut, rupanya dukungan yang dilakukan kepada UMKM bukan hanya membantu mereka untuk mendapatkan penghasilan, tapi juga membantu mereka untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, hal itu selaras dengan visi Daya.

Tapi Beauty, ternyata bukan hanya Selendang Mayang, yang menarik, di Daya Fest, SMBC Indonesia pun menghadirkan Kelas Pemberdayaan Inspiratif dengan menghadirkan para pembicara yang memang memiliki kapabilitas sehingga para pelaku UMKM bisa mendapatkan ilmu dari kelas tersebut, lho.

SMBC Indonesia dukung digitalisasi UMKM

Bukan hanya memberikan pengetahuan mendalam lewat Daya, SMBC Indonesia pun mendukung digitalisasi para UMKM.

Hal ini selaras dengan Bank Indonesia yang menekankan digitalisasi sebagai kunci akselerasi UMKM melalui penerapan QRIS. 

Apalagi, hingga semester I 2025, pengguna QRIS telah mencapai 57 juta, dengan 39,3 juta merchant, 93% di antaranya adalah UMKM. Nilai transaksinya mencapai Rp579 triliun.

SMBC Indonesia pun mendukung transformasi ini melalui bank digital Jenius. Melalui fitur Jenius Bisniskit dengan QRIS dinamis, UMKM kini lebih mudah menerima pembayaran sekaligus membangun rekam jejak digital untuk mengakses pembiayaan.

“QRIS adalah kuncinya. Dengan inovasi ini, kami berharap UMKM bisa lebih aktif dalam bertransaksi,” jelas Febri Rusli, Digital Banking Product & Innovation Head SMBC Indonesia.

Menuju UMKM Naik Kelas dan Berdaya Saing Global

Kisah sukses UMKM binaan Daya membuktikan bahwa pembinaan terintegrasi dengan literasi keuangan dan digitalisasi mampu mendorong UMKM naik kelas. Dampaknya bukan hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi juga masyarakat luas melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan daya saing produk lokal, hingga penguatan rantai pasok industri.

Jika UMKM diberdayakan secara berkelanjutan, Indonesia tak hanya akan memiliki tulang punggung ekonomi yang kuat, tetapi juga wajah baru di pasar global. Menurut Adrie, inisiatif Program Daya adalah langkah nyata menuju pencapaian SDG 1 (No Proverty/Tanpa Kesempatan), SDG 3 (Good Health and Well-being/Kehidupan Sehat dan Sejahtera),  SDG 4 (Quality Education/Pendidikan Berkualitas), SFG 8 (Pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi/decent work and economic growth), SDG 10 (Berkurangnya kesenjangan/reduced inequality), SDG 13 (Penanganan perubahan iklim /climate action), SDG 15 (Ekosistem daratan/life on land), hingga SDG 17 (Kemitraan untuk mencapai tujuan/partnerships for the goals).

Selaras dengan hal itu, Neli pun setuju jika Daya dari SMBC Indonesia sangat berdampak positif 

“Mari kita jadikan Daya Fest 2025 lebih dari sekadar festival tahunan, sebagai momen untuk memperkuat kolaborasi, memperluas jaringan, membuka akses pembiayaan, dan melahirkan karya kreatif yang berdampak positif bagi bangsa,” tutur Neli.

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Share Artikel:

Oleh: Ida Umy Rasyidah

Artikel Pilihan