Menu

Fashion Ramah Lingkungan dari Limbah Pisang dan Nanas, Bikin Penasaran Gak Sih?

01 Oktober 2025 10:40 WIB
Fashion Ramah Lingkungan dari Limbah Pisang dan Nanas, Bikin Penasaran Gak Sih?

Binus (Istimewa)

HerStory, Jakarta —

Beauty, gaya hidup ramah lingkungan makin nyata dengan hadirnya inovasi unik dari BINUS University, lho!

Baru-baru ini, Tim gabungan Program Studi Bioteknologi dan Fashion Design berhasil menciptakan plant-based leather berbahan limbah kulit pisang dan serat daun nanas. Terobosan ini lahir untuk menjawab masalah limbah organik sekaligus menawarkan alternatif kulit hewan dan sintetis yang lebih ramah bumi.

Seperti yang diketahui, Indonesia dikenal sebagai salah satu produsen pisang terbesar dunia menghadapi persoalan limbah kulit pisang yang kerap terbuang. Dengan pendekatan bioteknologi, limbah itu diolah menjadi material baru bernilai fungsional dan ekonomis. 

Adanya kolaborasi lintas jurusan ini menunjukkan bagaimana sains dan kreativitas bisa berpadu menghasilkan produk fesyen berkelanjutan yang siap bersaing secara global.

Produk plant-based leather sendiri kini menjadi tren internasional. Kulit hewan diketahui menyumbang emisi besar dan isu kesejahteraan, sementara kulit sintetis berbasis plastik sulit terurai. Inovasi berbahan pisang–nanas hadir sebagai solusi alami dan mendukung circular economy.

Dari sisi ketahanan, tim peneliti Bioteknologi BINUS melakukan uji tensile strength (kekuatan tarik) dan kemampuan jahit. Hasilnya, material ini cukup kuat untuk dijahit dengan teknik konvensional sehingga bisa diproduksi massal. Uji coba juga membuktikan material tidak mudah robek, menjadikannya fungsional sekaligus ramah lingkungan.

Tak berhenti di laboratorium, tim BINUS telah mewujudkan prototipe berupa dompet dan tas. Produk ini tidak hanya stylish, tapi juga membawa pesan penting tentang sustainable fashion. Keberhasilan itu membuktikan limbah organik bisa berubah menjadi produk bernilai tinggi dan diminati konsumen.

“Material plant-leather berbasis kulit pisang dan serat nanas dapat menjadi solusi terkait permasalahan limbah dari pengolahan kulit hewan maupun limbah organik. Penelitian kami menunjukkan material ini cukup kuat dan bisa dijahit sehingga memungkinkan dikreasikan menjadi produk fashion seperti tas dan dompet,” ujar Dr. Dwiyantari Widyaningrum, dosen Bioteknologi BINUS University.

FYI nih Beauty, inovasi ini selaras dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), mulai dari konsumsi bertanggung jawab, penanganan perubahan iklim, hingga pengurangan eksploitasi hewan. Ke depan, pengembangan material pisang–nanas berpotensi meluas ke produk jaket, sepatu, hingga interior. Dukungan industri dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat lahirnya fesyen hijau dari Indonesia untuk dunia.

Baca Juga: Bukan Sekadar Tren, Fashion Kini Punya Makna Lebih Lho Beauty!

Baca Juga: Summer 2026 Diramaikan Tren Effortless Style ala Pesisir, Intip Yuk!

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Share Artikel:

Oleh: Azka Elfriza

Artikel Pilihan