Ilustrasi sakit karena demam berdarah. (Pinterest/Freepik)
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) meresmikan pemantauan aktif vaksinasi dengue di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Kamis (2/10). Langkah ini dilakukan menyusul masih tingginya angka kasus dengue di Indonesia, termasuk di ibu kota.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, hingga 22 September 2025 tercatat 115.138 kasus dengue secara nasional dengan 479 kematian. Dari jumlah tersebut, 57 persen terjadi di Pulau Jawa. DKI Jakarta sendiri mencatat 7.274 kasus dengan 12 kematian pada periode yang sama.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, drg. Ani Ruspitawati, M.M., yang diwakili oleh dr. Ovi Norfiana, M.K.M., menegaskan bahwa penanganan dengue memerlukan strategi berlapis. “Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan berbagai langkah pengendalian, mulai dari program 3M Plus, G1R1J, edukasi masyarakat, hingga inovasi berbasis sains. Salah satunya adalah implementasi Wolbachia di Jakarta Barat. Kini, melalui vaksinasi dengue dan pemantauan aktif di Jakarta Selatan, kami berharap perlindungan masyarakat bisa semakin optimal,” ujarnya.
Guru Besar FKUI, Prof. Dr. dr. Sri Rezeki Hadinegoro, SpA(K), menambahkan bahwa pencegahan merupakan kunci utama dalam menghadapi dengue. “Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, kapan saja. Melalui pemantauan vaksinasi dengue pada anak Sekolah Dasar, kami berharap mekanisme pemantauan efektivitas vaksin bisa berjalan lebih sistematis dan berkesinambungan,” katanya.
Dekan FKUI, Prof. Dr. dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Ia menyebut keterlibatan akademisi, pemerintah daerah, serta mitra swasta seperti Takeda sebagai langkah nyata dalam memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat.
Plh. Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI, dr. Fadjar Surya Mensing Silalahi, menilai kegiatan ini selaras dengan Strategi Nasional Penanggulangan Dengue 2021–2025 dan target WHO “Zero dengue death in 2030”. “Upaya pengendalian dengue membutuhkan sinergi semua pihak, bukan hanya pemerintah,” tegasnya.
Sebagai mitra swasta, PT Takeda Innovative Medicines melalui dr. Arif Abdillah, Head of Medical Affairs, menyatakan komitmennya mendukung Indonesia dalam upaya mengurangi beban dengue.
“Kolaborasi ini bukan sekadar kegiatan, tetapi bagian dari perjalanan panjang memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat,” ujar dr. Arif.
Dengan peresmian ini, Jakarta Selatan menjadi lokasi awal pemantauan aktif vaksinasi dengue, yang akan diperluas ke daerah lain seperti Palembang dan Banjarmasin.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.