Menu

259 Balita Berisiko Stunting di Batang, Ini yang Dilakukan Nestlé Indonesia

15 Oktober 2025 23:49 WIB
259 Balita Berisiko Stunting di Batang, Ini yang Dilakukan Nestlé Indonesia

Sumber: istimewa

HerStory, Jakarta —

Nestlé Indonesia menggelar kegiatan Volunteering Program Pendampingan Gizi di Aula Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, sebagai bagian dari inisiatif global Nestlé for Healthier Kids. Kegiatan ini mendukung upaya pemerintah dalam percepatan penurunan dan pencegahan stunting melalui kolaborasi lintas sektor antara perusahaan, tenaga kesehatan, dan masyarakat.

Program tersebut melibatkan karyawan Pabrik Nestlé Bandaraya bersama kader dan tenaga kesehatan setempat untuk mendampingi 52 anak dari 12 desa penerima manfaat. Secara total, pendampingan gizi di Kabupaten Batang akan menjangkau 259 balita di 50 desa dan 4 kecamatan, dengan dukungan 66 kader dari 119 posyandu.

Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata Nestlé Indonesia dalam memperkuat sinergi pentahelix dalam penanganan stunting.

“Kolaborasi antara Nestlé Indonesia, BKKBN, dan TP PKK merupakan contoh pentingnya sinergi multipihak. Program ini telah memberi dampak signifikan bagi masyarakat Batang. Kami berharap langkah Nestlé ini menjadi inspirasi bagi pihak swasta lainnya untuk bersama mencegah stunting,” ujar Faiz dikutip dari keterangan resmi, Rabu (15/10/2025).

Tahun ini, Program Pendampingan Gizi Nestlé berfokus di tiga kabupaten, mulai dari Pasuruan, Batang, dan Karawang, dengan target menjangkau lebih dari 630 anak berisiko stunting dan 1.350 penerima manfaat lainnya, termasuk orang tua dan kader posyandu. Intervensi dilakukan melalui edukasi gizi, distribusi tambahan pangan bergizi, serta pemantauan rutin bersama tim ahli dari Institut Pertanian Bogor (IPB).

Direktur Corporate Affairs & Sustainability PT Nestlé Indonesia, Sufintri Rahayu, menjelaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Kami percaya gizi baik sejak usia dini adalah fondasi penting bagi masa depan bangsa. Melalui program ini, kami menggerakkan karyawan untuk mendampingi keluarga penerima manfaat sebagai bentuk kep

edulian terhadap pencegahan stunting,” ujarnya.

Sementara itu, Factory Manager Pabrik Nestlé Bandaraya, Norman Tri Handono, menambahkan bahwa intervensi dilakukan selama 180 hari melalui pemberian satu butir telur dan segelas susu tinggi kalori DANCOW GroPlus per hari bagi anak usia 1–4 tahun berisiko stunting.

“Kami juga melakukan pemantauan gizi berkala serta peningkatan kapasitas kader dan keluarga agar praktik gizi seimbang bisa diterapkan secara berkelanjutan,” tutur Norman.

Salah satu penerima manfaat, Ika Septiana, mengungkapkan rasa terima kasih atas program ini.

“Anak saya kini rutin mendapat tambahan gizi yang sebelumnya sulit saya penuhi. Berat badan dan nafsu makannya mulai meningkat. Semoga program ini terus berlanjut,” ucapnya.

Kegiatan di Batang menjadi kelanjutan dari pelaksanaan serupa di Pasuruan pada September 2025, dan akan diteruskan ke Karawang pada 9–10 Oktober 2025 dengan melibatkan karyawan dari Kantor Pusat Jakarta. Melalui program ini, Nestlé Indonesia mempertegas komitmennya untuk mendukung generasi Indonesia yang lebih sehat dan berdaya.

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Share Artikel:

Oleh: Ida Umy Rasyidah

Artikel Pilihan