Film Air Mata Mualaf (Istimewa)
Beauty, bersiaplah menyaksikan sisi baru Acha Septriasa di film terbarunya Air Mata Mualaf, yang akan tayang di bioskop mulai 27 November 2025, ya!
Pasalnya, film garapan sutradara Indra Gunawan ini menjadi proyek paling emosional bagi Acha, karena perannya sebagai Anggie membawanya dalam perjalanan spiritual yang mendalam.
Film yang diangkat dari kisah nyata seorang wanita Indonesia di Australia ini bercerita tentang pencarian makna hidup di tengah luka dan kehilangan.
Bagi Acha, proses memerankan Anggie bukan sekadar akting, tapi juga pengalaman batin.
“Ketika kita ada di negara luar dan kurangnya tempat ibadah, saya jadi lebih related dengan karakter ini. Kerinduan saya mendengar adzan saya tuangkan dalam karakter Anggie,” tutur Acha di Jakarta, Selasa (28/10/2025).
Acha mengaku salah satu adegan paling berkesan adalah ketika ia harus mengucapkan kalimat syahadat di depan kamera.
“Yang buat terharu adalah adegan ketika saya harus mengucapkan kalimat syahadat. Baru sekali ini aku ucapkan itu dalam adegan, rasanya sesak banget di dada,” kenangnya.
Sang sutradara, Indra Gunawan, menegaskan bahwa film ini tidak hanya menonjolkan sisi religius, melainkan juga kemanusiaan dan penerimaan.
“Dari awal aku bilang jangan terlalu kental dengan keagamaannya. Kita ambil bagaimana pemeran utamanya mendapatkan hidayah, tapi juga gimana dia bisa tetap diterima oleh keluarganya,” jelasnya.
Produser Air Mata Mualaf, Dewi Amanda, menambahkan bahwa proses pembuatan film ini melalui riset panjang dan syuting lintas negara.
“Kita ngeluarin ini karena sekian lama proses riset syuting di dua negara. Ini lebih ke perjalanan hidup, tentang keluarga, pilihan, doa terhadap bapak, ibu, adik, dan abangnya. Konflik dalam film ini juga dekat dengan keresahan masyarakat,” ujarnya.
Selain Acha, film ini juga dibintangi oleh Dewi Irawan, Achmad Megantara, Budi Ros, Rizky Hanggono, dan Hana Saraswati. Dewi Irawan sendiri menyoroti sisi keibuan dalam kisah ini.
“Ibu ini walaupun hatinya berbenturan, berusaha sebijak mungkin untuk mengikhlaskan dan melepas,” katanya.
Melalui Air Mata Mualaf, Acha Septriasa seakan menelusuri batas antara peran dan perasaan.
Transformasi emosional dan spiritual yang ia alami di balik kamera menjadi cerminan nyata tentang pencarian makna hidup dan keikhlasan.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.