Ilustrasi kanker payudara (SciTechDaily/Edited by HerStory)
Beauty, sampai saat ini kanker payudara masih menjadi momok bagi kaum hawa. Tak bisa disepelekan, kanker payudara bisa berujung pada kematian. Seringkali, benjolan di payudara bisa membuat wanita manapun khawatir. Meski terdengar menyeramkan, tak semua benjolan itu kanker.
Dijelaskan oleh dr. Feyona Heliani Subrata, Sp.B
Dokter Spesialis Bedah Umum Eka Hospital Depok, benjolan pada payudara bisa berupa tumor jinak maupun tumor ganas (kanker). "Gimana bedainnya tumor jinak dan tumor ganas, tumor jinak itu bentuknya jelas, bulat, kalau dipegang bentuknya bulat, tumor jinak gak menempel pada jaringan. Kalau tumor ganas sifatnya implasif dan agresif, menyerang jaringan sekitar,"jelas dr. Feyona, Selasa (28/10/2025).
Apa itu kanker payudara
Tumor payudara adalah istilah umum untuk pertumbuhan sel abnormal yang membentuk massa atau benjolan di jaringan payudara. Perbedaan utama terletak pada sifat selnya.
Tumor jinak memiliki pertumbuhan yang terbatas dan selnya masih menyerupai sel normal.
Tumor jenis ini memiliki batas yang jelas, cenderung halus, dan mudah digerakkan dari jaringan sekitarnya. Tumor jinak tak menyebar ke organ tubuh lain dan tidak mengancam jiwa.
Sebaliknya, tumor ganas (kanker) memiliki pertumbuhan sel yang tidak terkendali, abnormal, dan agresif. Tumor ganas seringkali terasa keras, memiliki batas yang tidak jelas, dan cenderung melekat atau kaku. Sifatnya yang paling berbahaya adalah kemampuannya untuk menyebar (metastasis) ke kelenjar getah bening ketiak, paru-paru, atau tulang.
Tipe Tumor Payudara yang Paling Umum
Tumor payudara sebagian besar bersifat jinak. Beberapa jenis jinak yang paling sering ditemukan meliputi:
* Fibroadenoma: Tumor padat yang paling sering dialami wanita usia muda. Teksturnya kenyal seperti karet dan sangat mudah digerakkan.
* Kista payudara: Kantung berisi cairan yang ukurannya bisa berubah seiring siklus menstruasi.
* Kista fibrokistik: Kondisi umum yang membuat payudara terasa menggerenjel, padat, dan sering nyeri, terkait erat dengan perubahan hormon bulanan.
Sementara itu, tumor ganas (kanker payudara) umumnya berawal dari saluran susu (cuctal carcinoma) atau kelenjar penghasil susu (lobular carcinoma).
Gejala dan tanda yang harus diwaspadai
Benjolan kanker seringkali tidak sakit di stadium awal. Segera periksa ke dokter jika menemukan tanda-tanda berikut pada payudara atau area ketiak:
* Benjolan keras yang tidak rata dan tidak bisa digerakkan.
* Perubahan mendadak pada ukuran atau bentuk payudara.
* Perubahan tekstur kulit, seperti kulit menebal, kemerahan, atau berlesung seperti kulit jeruk.
* Puting susu tertarik ke dalam atau bentuknya berubah.
* Keluarnya cairan atau darah abnormal dari puting (bukan ASI).
* Pembengkakan atau benjolan pada kelenjar getah bening di ketiak.
Faktor risiko dan pencegahan
Faktor risiko seperti usia di atas 50 tahun atau riwayat keluarga dengan kanker payudara tidak dapat diubah. Namun, Anda dapat mengambil tindakan pencegahan melalui gaya hidup:
• Jaga berat badan ideal: Obesitas, terutama setelah menopause, meningkatkan risiko.
• Aktif bergerak: Olahraga teratur membantu menurunkan risiko kanker.
• Batasi konsumsi alkohol: Konsumsi alkohol berlebihan meningkatkan risiko.
• Menyusui: Jika memungkinkan, menyusui anak dapat membantu menurunkan risiko.
Deteksi dini
Tak semua benjolan adalah kanker, tapi setiap benjolan wajib diperiksa.
* SADARI (periksa payudara sendiri): Lakukan setiap bulan, 7–10 hari setelah menstruasi, untuk mengenali kondisi normal payudara Anda.
* SADANIS (periksa payudara klinis): Pemeriksaan langsung oleh dokter atau tenaga medis terlatih.
* Pencitraan: Setelah pemeriksaan fisik, dokter mungkin merekomendasikan USG Payudara (untuk membedakan padat atau kista) atau Mammografi (untuk mencari tumor yang sangat kecil).
* Biopsi: Prosedur pengambilan sampel jaringan tumor untuk diuji di laboratorium. Ini adalah satu-satunya cara untuk mendapatkan diagnosis pasti apakah sel tersebut jinak atau ganas.
Lantas, kapan mulai skrining rutin?
Wanita disarankan mulai membiasakan SADARI sejak usia 20 tahun. Untuk pemeriksaan klinis dan Mammografi rutin, umumnya disarankan mulai usia 40 tahun ke atas, atau lebih awal jika Beauty memiliki risiko tinggi (misalnya ada riwayat keluarga dekat yang terkena kanker payudara).
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.