Menu

LABORÉ Luncurkan Pemeriksaan Microbiome Kulit, Intip Yuk Manfaatnya

02 November 2025 23:50 WIB
LABORÉ Luncurkan Pemeriksaan Microbiome Kulit, Intip Yuk Manfaatnya

sumber: istimewa

HerStory, Jakarta —

Brand kecantikan, LABORÉ meluncurkan “LABORÉ DERMALAB: The 1st Skin MCU (Microbiome Check-Up) in Southeast Asia” sebagai langkah baru dalam memahami kesehatan kulit secara personal dan ilmiah. Program ini digelar pada 30 Oktober–2 November 2025 di Atrium Senayan City, Jakarta.

Founder LABORÉ, dr. Sari Chairunnisa, Sp.DVE., FINSDV, menjelaskan bahwa microbiome menjadi kunci utama kesehatan kulit, dan setiap individu memiliki komposisi mikrobioma yang berbeda.
“LABORÉ menghadirkan pemeriksaan MCU (Microbiome Check-Up) kulit pertama di Asia Tenggara agar masyarakat bisa memahami kondisi kulitnya secara lebih mendalam,” ujar dr. Sari.

Ia menambahkan, teknologi ini merupakan hasil kolaborasi antara peneliti dan dermatolog dalam serta luar negeri untuk mengenali jenis kulit sekaligus keseimbangan mikrobiomanya.

Sebagai bagian dari kegiatan tersebut, LABORÉ memperkenalkan Microbiome Balance Analyzer, alat diagnosis kulit yang dikembangkan dan diverifikasi oleh dermatolog global. Teknologi ini menganalisis kondisi kulit secara presisi, termasuk keseimbangan mikrobioma, dengan dukungan berbagai subspesialis dermatologi seperti estetik, pediatrik, imunologi, dan alergi.


Dalam pengembangannya, LABORÉ juga menggandeng Nusantics, perusahaan bioteknologi berbasis mikrobioma. CEO Nusantics, Revata Utama, BSc. (Hons), menyampaikan bahwa teknologi microbiome decoding memungkinkan pemetaan kondisi kulit setiap individu secara akurat.
“Dengan data ini, dermatologist dapat memberikan rekomendasi perawatan yang lebih personal untuk setiap orang,” ujarnya.

Sementara itu, menurut dr. Ayman Alatas, Sp.MK, dari LABORÉ Microbiome Science Council, keseimbangan mikrobioma berperan penting menjaga daya tahan alami kulit.

“Ketika terganggu, dapat muncul masalah seperti jerawat, eksim, dan sensitivitas. Melalui analisis microbiome check-up, kondisi ini bisa dikenali lebih awal agar dapat dicegah sebelum berkembang,” jelas Ayman.

Sementara itu, dr. Luke Maxfield dari LABORÉ Global Derma Advisory Council menilai teknologi berbasis mikrobioma sebagai masa depan dermatologi global.

“Pendekatan ini efektif karena bekerja langsung pada akar masalah sehingga bisa mengembalikan keseimbangan alami kulit,” ujarnya.

dr. Sari menegaskan, inisiatif LABORÉ DERMALAB menjadi langkah nyata menghadirkan perawatan kulit berbasis sains yang mudah diakses.

“Ini bukan sekadar inovasi, tetapi masa depan kesehatan kulit, di mana dermatologi berpadu dengan teknologi untuk menghadirkan solusi personal berbasis microbiome intelligence,” pungkasnya.

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Share Artikel:

Oleh: Ida Umy Rasyidah

Artikel Pilihan