sumber: istimewa
Jakarta Doodle Fest (JDF) 2025 menutup rangkaian acaranya dengan pertunjukan musikal Absurd: Hidup Segan But I’m Not Done di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, pada 2 November 2025. Pementasan ini menjadi kolaborasi antara JDF, Jakarta Art House (JAH), dan Indonesia Kaya, menghadirkan perpaduan seni visual, musik, dan teater yang terinspirasi karya ilustrator Sherchle.
Disutradarai oleh Aulion, kreator visual yang kini merambah teater musikal, pertunjukan berdurasi 60 menit ini menghidupkan ilustrasi Sherchle yang sebelumnya hanya ada di medium dua dimensi. “Seru banget ngeliat ilustrasi Sherchle yang tadinya 2D bisa hidup di atas panggung. Musikal ini kayak lagi ngetawain hidup, tapi diam-diam juga menyentuh sisi paling manusiawi,” ujar Aulion.
Musikal ini menceritakan sosok Vina, pekerja ibu kota yang kehilangan arah hidup hingga berbincang dengan makhluk khayalan. Naskah dan liriknya ditulis Palka Kojansow, dengan koreografi dari Andita Mardhiaputri dan arahan musik Ammir Gita serta Achi Hardjakusumah. Para pemain muda seperti Made Aurellia, Uyo, dan Nadhira Nasution turut memeriahkan pentas penuh satir ini.
Sherchle, atau Michelle Sherrina, mengungkapkan bahwa karyanya lahir dari kelelahan menghadapi hidup yang terus menuntut.
“Pepatah hidup segan, mati tak mau aku plesetkan jadi Hidup Segan But I’m Not Done, karena aku merasa walaupun lelah, manusia selalu punya dorongan untuk terus berjalan,” ujarnya.
Co-founder JDF dan TFR News, Christine Laifa, menjelaskan bahwa pemilihan tema ini sejalan dengan semangat JDF untuk membawa karya visual menjadi pengalaman lintas medium. “Pilar utama kami adalah mengadaptasi IP visual ke wadah baru. Musikal menjadi cara menarik untuk menggali inspirasi di balik gambar agar bisa ‘hidup’ lewat skrip dan koreografi,” tuturnya.
Sebelum pementasan, JDF 2025 juga menghadirkan program edukatif Musical Roadshow 2.0 bersama Indonesia Kaya dan Jakarta Art House pada 15–16 Oktober 2025. Program ini mempertemukan mahasiswa dengan profesional seni pertunjukan seperti Christian Edo (sound engineer Mamma Mia!), Pasha Prakasa (sutradara Keluarga Cemara), dan Alim Jeni (lighting designer Ken Dedes).
Renitasari Adrian, Program Director Indonesia Kaya, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas disiplin ini. “Kami ingin membuka ruang dan akses lebih luas bagi generasi muda untuk belajar dan bereksperimen dalam seni visual maupun pertunjukan,” ujarnya.
Digelar sejak 9–12 Oktober di Senayan City dengan tema “Welcome Home, Doodlers!”, JDF 2025 menampilkan karya fungsional para ilustrator dan desainer berupa home goods. Tahun ini menjadi edisi ketiga penyelenggaraan JDF dan menandai langkah konsisten festival ini dalam memperluas ruang ekspresi kreator muda Indonesia.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.