sumber: istimewa
Jakarta International Coffee Conference (JICC) 2025 resmi dibuka pada Kamis (6/11) di Gedung AA Maramis, Jakarta Pusat. Mengusung tema “Thriving Coffee Country”, ajang ini menjadi wadah kolaboratif yang mempertemukan pelaku industri kopi, komunitas, dan pemangku kepentingan dari berbagai daerah dan negara.
Penyelenggaraan JICC 2025 mendapat dukungan penuh dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi DKI Jakarta. Dalam sambutannya, Disparekraf menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat industri kreatif yang tumbuh dari budaya lokal, termasuk kopi.
“Dukungan terhadap ekosistem kopi bukan hanya soal produk, tetapi juga tentang budaya dan ekonomi kreatif yang hidup dari masyarakat,” ujar perwakilan Disparekraf Provinsi DKI Jakarta saat pembukaan acara, dikutip Jumat (7/10/2025).
Sementara itu, Chairman of Organizer Committee JICC 2025, Rizqi Alkautsar, menyebut konferensi ini sebagai ruang terbuka bagi inovasi lintas sektor.
“Kami percaya industri kopi adalah ekosistem yang terus bergerak. Dari petani hingga peracik, setiap pelaku berkontribusi terhadap kemajuan bersama. Jakarta International Coffee Conference hadir untuk mempertemukan semua elemen itu dalam satu wadah kolaborasi,” ujar Rizqi.
Acara pembukaan berlangsung hangat, dihadiri oleh perwakilan asosiasi, pengusaha, akademisi, dan komunitas kopi. Tahun ini, sebanyak 49 tenant berpartisipasi menampilkan inovasi alat seduh terbaru, kolaborasi lokal, hingga produk dengan cita rasa khas dari berbagai daerah Indonesia.
Selama tiga hari penyelenggaraan, JICC 2025 menghadirkan berbagai program seperti Inspirational Conference bersama pakar industri, Interactive Academy untuk praktik penyeduhan dan pencicipan, serta Latte Art Competition bagi barista muda. Selain itu, ajang SCAI Awards juga digelar untuk memberi apresiasi kepada pelaku terbaik di industri kopi nasional.
Tak hanya itu, area Marketplace menghadirkan merek dan peralatan kopi terkini, sementara Soundpresso menjadi ruang relaksasi dengan penampilan musisi seperti Float, Mocca, Diskoria, Sajama Cut, dan lainnya.
Melalui kolaborasi lintas sektor, JICC 2025 diharapkan dapat memperkuat posisi kopi Indonesia di pasar global sekaligus menunjukkan bahwa industri ini terus tumbuh sebagai bagian penting dari ekonomi kreatif nasional.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.