Menu

'Suara Nusantara' Bangkitkan Lagi Kekayaan Cerita Rakyat yang Melegenda

18 November 2025 11:48 WIB
'Suara Nusantara' Bangkitkan Lagi Kekayaan Cerita Rakyat yang Melegenda

Festival Storytelling Suara Nusantara 2025 (Istimewa)

HerStory, Jakarta —

Moms, di zaman serba modern seperti saat ini, banyak anak-anak di Indonesia yang nyaris melupakan cerita rakyat dari Sabang sampai Merauke. 

Hal ini membuat Navaswara, perusahaan komunikasi dan media, mempersembahkan Festival Storytelling Cerita Rakyat "Suara Nusantara" 2025.

Sebuah perhelatan akbar yang menandai kebangkitan kembali tradisi mendongeng sebagai jembatan emas menuju pelestarian warisan budaya Indonesia nih Moms.

Acara puncak festival yang berlangsung pada 15-16 November 2025 di Gedung A, Lt.3 Kompleks Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta Pusat, ini berhasil memikat perhatian publik nasional dan menghadirkan momen bersejarah bagi generasi muda Indonesia.

“Suara Nusantara hadir sebagai upaya untuk menghidupkan kembali kekayaan cerita rakyat tersebut. Lewat acara mendongeng, anak-anak diajak menyelami kisah-kisah bangsa sekaligus menumbuhkan rasa cinta pada warisan budaya yang berharga,” ujar Cahaya Manthovani, Ketua Panitia Suara Nusantara.

Tujuannya, sambung perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Yayasan Inklusi Pelita Bangsa (YIPB) ini, agar cerita Nusantara kembali hidup dan menggema di telinga anak-anak.

"Harapannya, mereka tak hanya mendengar cerita, tetapi juga merasakan kedekatan dengan Tanah Air, serta membawa nilai-nilai kebaikan itu dalam perjalanan hidupnya,” tambah Cahaya penuh semangat.

Panggung Bergengsi dan Dukungan Tokoh Penting

Antusiasme publik terhadap festival ini sangat besar, terbukti dari proses seleksi ketat yang telah dimulai sejak bulan Oktober lalu:

• Pendaftaran dan Upload Video: 11 Oktober – 7 November 2025

• Babak Penyisihan: 8 – 11 November 2025

• Pengumuman Semifinal: 12 November 2025

• Penampilan Semifinal: 15 November 2025

• Penampilan Final: 16 November 2025

Ajang ini dimeriahkan oleh kehadiran tokoh-tokoh penting yang akan turut serta memberikan dukungan, di antaranya Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor Bapak Denny Achmad, dan Ketua YIPB Muhammad Rizal Sutono, Wali Kota Jakarta Selatan M. Anwar, Wali Kota Jakarta Timur Munjirin, Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat, Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto.

Kompetisi ini dinilai oleh dewan juri yang kompeten di bidang seni dan budaya, yaitu Agus Noor (Sutradara/Penulis), Cahaya Manthovani (Ketua Harian YIPB), Kurniawati Yuli Pratiwi (Ketua AyoDi), Yunita Andra (PJ Divisi Program AyoDi), Muhammad Ilham (PJ divisi riset dan inovasi AyoDI).

Sesi Spesial dan Penampilan Bintang

“Suara Nusantara” tak hanya menjadi arena kompetisi, tapi juga wadah edukasi. Pada babak semifinal, para peserta dan masyarakat umum berkesempatan mengikuti workshop menarik "Semua Bisa Mendongeng" bersama Kak Onie dari Ayo Dongeng Indonesia (AyoDi).

Puncak kemeriahan berlangsung di babak final, dengan penampilan spesial dari Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM-Intel) Prof. Reda Manthovani. Beliau akan turun langsung ke panggung untuk mendongeng, membawakan kisah rakyat Betawi yang legendaris, "Si Pitung".

“Melalui event ini, kami menaruh harapan yang besar, sejalan dengan tema kita 'Menghidupkan Legenda Menginspirasi Masa Depan.' Semoga festival ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi, melainkan menjadi titik balik kesadaran bahwa kekayaan terbesar bangsa ini terletak pada keanekaragaman budayanya,” ungkap Cahaya Manthovani.

Melihat tingginya antusiasme, Navaswara berencana untuk memperluas jangkauan festival. “Kami akan menggelar Suara Nusantara di daerah lainnya. Sampai berjumpa di Suara Nusantara selanjutnya,” tutupnya.

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Share Artikel:

Oleh: Azka Elfriza

Artikel Pilihan