Menu

Skor Kredit Jadi 'Tes Kecocokan' Baru Pasangan Muda, Kok Bisa?

22 November 2025 09:10 WIB
Skor Kredit Jadi 'Tes Kecocokan' Baru Pasangan Muda, Kok Bisa?

Skor kredit jadi tes kecocokan pasangan (Istimewa)

HerStory, Jakarta —

Beauty, sebelum membahas gaun, venue, atau bulan madu, ada satu hal yang sebenarnya jauh lebih menentukan masa depan pernikahan yakni literasi finansial. 

Isu ini kembali disorot setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan pentingnya pemahaman kredit bagi pasangan muda dalam Buku Saku Cerdas Mengelola Keuangan. 

Pasalnya, minimnya literasi kredit menjadi alasan mengapa banyak impian keluarga, mulai dari rumah pertama hingga modal usaha sering terhambat meski rencana sudah disusun sejak sebelum menikah.

Maka dari itu, setiap pasangan yang akan membangun rumah tangga diminta menyelaraskan kebutuhan dasar keluarga seperti biaya hidup, dana darurat, dan rencana jangka panjang. 

Adanya kesepakatan ini perlu ditinjau berkala agar tetap relevan dengan perubahan kondisi. Setelah itu, pembiayaan untuk mimpi-mimpi besar seperti resepsi, honeymoon, membeli aset, atau memulai bisnis harus disusun realistis. 

Selain itu, pemahaman uang muka, plafon pinjaman, tenor, hingga kemampuan mencicil juga menjadi pondasi awal sebelum mengambil keputusan finansial besar.

Namun, Beauty, semua langkah tersebut tidak berjalan optimal tanpa literasi kredit yang kuat. Banyak pasangan belum memahami pentingnya skor kredit serta bagaimana membangunnya sejak dini. 

Padahal ketidaktahuan ini sering menghasilkan keputusan finansial yang kurang terukur, misalnya penumpukan utang pada satu pihak atau keterlambatan pembayaran yang akhirnya menurunkan reputasi kredit keluarga.

Maka dari itu, SkorKu merangkum lima langkah penting bagi pasangan muda untuk memperkuat fondasi finansial. 

Pertama, membangun skor kredit sejak awal, bahkan sebelum mengajukan pinjaman apa pun. Kedua, menggunakan akun keuangan masing-masing untuk menjaga transparansi. Ketiga, mengatur kewajiban bersama secara proporsional. Keempat, membayar seluruh kewajiban tepat waktu. Kelima, memantau skor kredit secara rutin demi mencegah risiko sekaligus menjaga ketenangan finansial jangka panjang.

“Perencanaan keluarga yang matang bukan hanya soal berapa anak yang ingin dimiliki, tetapi juga bagaimana setiap pasangan membangun kepercayaan finansial bersama. Di masa dewasa ini, lembaga pemberi pinjaman tidak hanya menilai skor kredit kita sendiri untuk menilai profil risiko kita, namun skor kredit pasangan juga dinilai apabila kita sudah menikah,” ujar Nora Asteria, Head of Consumer Business CBI, Sabtu (22/11/2025).

Nora menekankan pentingnya memahami laporan kredit diri dan pasangan sebagai dasar mengenali karakter pengelolaan utang. 

Selain itu, ia juga mengingatkan risiko penyalahgunaan identitas finansial, terutama ketika salah satu pihak memiliki kebiasaan konsumtif atau aktivitas berisiko seperti online gambling.

SkorKu hadir dengan fitur cek skor kredit, riwayat pembayaran, dan pengaduan data kredit sebagai dukungan bagi keluarga muda untuk menata masa depan lebih aman. 

“Membangun keluarga berarti juga membangun fondasi finansial yang kuat. Melalui SkorKu, kami ingin membantu masyarakat memahami bahwa skor kredit bukan sekadar angka, tapi cerminan tanggung jawab dan kesiapan dalam menghadapi masa depan,” tutup Nora.

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Artikel Pilihan