Menu

Kasusnya Masih Tinggi, Ini Tantangan dan Harapan Para Ibu dalam Merawat Bayi Prematur

08 Desember 2025 13:14 WIB
Kasusnya Masih Tinggi, Ini Tantangan dan Harapan Para Ibu dalam Merawat Bayi Prematur

Sumber: istimewa

HerStory, Jakarta —

Peringatan Hari Prematur Sedunia 2025 kembali menyoroti ketangguhan ibu dalam mendampingi bayi yang lahir sebelum waktunya. Dalam seminar nasional yang digelar Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) bersama Nestlé Indonesia, isu peran orang tua, khususnya ibu, serta dukungan tenaga kesehatan menjadi fokus utama dalam upaya meningkatkan kualitas perawatan bayi prematur di Indonesia.

Secara global, kelahiran prematur masih menjadi penyebab utama kematian anak di bawah usia lima tahun. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan sekitar 15 juta bayi lahir prematur setiap tahun, dengan lebih dari satu juta meninggal akibat komplikasi yang dapat dicegah. Indonesia berada pada posisi kelima tertinggi di dunia dengan estimasi 675.700 kelahiran prematur setiap tahun. Profil Kesehatan Indonesia 2024 mencatat bahwa prematuritas dan bayi berat lahir rendah masih menjadi penyebab signifikan kematian neonatal.

Para pakar menekankan pentingnya peran orang tua dalam proses perawatan awal kehidupan. Prof. Dr. dr. Rinawati Rohsiswatmo, Sp.A, Subsp. Neo., menjelaskan bahwa asupan gizi yang tepat sejak hari pertama menjadi penentu kelangsungan hidup bayi. 

“ASI adalah sumber gizi utama bagi bayi prematur dan dapat ditambahkan human milk fortifier untuk memenuhi kebutuhan nutrisi,” ujar dr. Rinawati.

Pendekatan menyeluruh juga disampaikan Dr. dr. Bernie Endyarni Medise, Sp.A(K), MPH, yang menilai dukungan emosional keluarga berperan besar dalam tumbuh kembang anak. Ia menegaskan perlunya edukasi berkelanjutan demi membantu orang tua memahami kondisi bayi dan perawatan yang diperlukan.

Kisah personal turut disampaikan aktris Arumi Bachsin, yang menghadapi tantangan memberikan ASI eksklusif karena bayinya belum mampu menyusu langsung. 

“Setiap tetes terasa seperti harapan baru bagi masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.

Dalam rangka peringatan tersebut, 200 rumah sakit menerima paket Little Bundle of Hope untuk mendukung penerapan Kangaroo Care, metode yang mendorong kontak kulit antara ibu dan bayi. Dukungan ini menjadi bagian dari kolaborasi peningkatan kapasitas tenaga kesehatan. 

“Nestlé percaya bahwa tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam membantu memberikan harapan bagi bayi prematur di Indonesia. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dalam memberikan perawatan dan pendampingan terbaik bagi bayi-bayi prematur yang membutuhkan perhatian khusus. Setiap langkah kecil mereka berarti besar bagi masa depan generasi yang lebih sehat dan tangguh,” ujar Vera N. Gozali, Category Marketing Manager LACTOGROW.

Baca Juga: Lewat Kegiatan Ini, Nestlé Dorong Inovasi 3.600 Mahasiswa Cari Solusi Sampah Kemasan

Baca Juga: Perempuan Jadi Kunci Inovasi dan Keberlanjutan di Nestlé, Ini Alasannya Beauty!

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Share Artikel:

Oleh: Ida Umy Rasyidah

Artikel Pilihan