Seperti diketahui bahwa dunia kini tengah fokus mencari vaksin yang efektif untuk mengakhiri pandemi COVID-19. Salah satu vaksin yang telah digunakan oleh masyarakat Indonesia adalah vaksin keluaran Sinovac asal Cina.

Namun, hingga kini belum ada vaksin COVID-19 yang teruji aman untuk anak-anak. Paling terbaru, Sinovac mengatakan bahwa vaksin yang dikembangkannya aman untuk anak-anak berusia 3 tahun. Setelah menjalani serangkaian uji klinis, Sinovac optimis pada tahun 2022 vaksin yang dikembangkan dapat digunakan untuk anak-anak. Dengan adanya vaksin untuk anak-anak, itu berarti sekolah dapat kembali di buka dan anak bisa kembali main ke luar rumah.

Menurut ABC News dan CTV News, perusahaan Sinovac mengatakan bahwa vaksin COVID-19 keluarannya aman untuk anak-anak dari usia 3 hingga 17 tahun. Pernyataan ini didasarkan pada data awal, dan mereka telah menyerahkan datanya ke regulator obat China untuk persetujuan.

Sinovac mungkin tak begitu dikenal sebagai Moderna atau Pfizer, tetapi lebih dari 70 juta vaksin dewasa mereka telah digunakan di China dan di belahan dunia lain. Vaksin tersebut disetujui untuk orang dewasa, tetapi belum dianggap dapat digunakan untuk anak-anak.

Sinovac kini telah menyelesaikan uji klinis tahap awal dan menengah dengan melibatkan lebih dari 550 anak. Sinovac pun telah menemukan bahwa vaksin tersebut memang memicu respons imun dalam tubuh anak-anak.

Tak hanya itu, para ilmuwan di Sinovac juga menemukan kemungkinan efek samping vaksinya kepada anak-anak. Efek samping tersebut adalah demam tinggi sebagai respons terhadap vaksin. Berdasarkan data uji klinis efek samping ini terjadi pada anak usia 3 dan 6 tahun. Sementara anak-anak lainnya hanya mengalami gejala ringan, yang membuat Sinovac memastikan bahwa vaksinnya aman untuk digunakan pada anak-anak.

Baca Juga: Bagaimana Tahapan Kedatangan Vaksin Covid-19 di Indonesia? | Infografis

Meskipun orang tua mungkin tak memiliki gambaran yang jelas tentang kapan anak mereka akan menerima vaksin, berita tentang uji coba dan tes yang sedang dilakukan bisa cukup untuk memberi orang tua harapan bahwa keadaan normal akan datang untuk anak-anaknya,