Sudah satu tahun, kegiatan belajar mengajar dilakukan secara online.Kini, sebanyak 100 sekolah di tingkat SD dan SMP pada Kota Bekasi, Jawa Barat telah menjalankan pembelajaran tatap muka. Bagaimana dampak positif bagi anak?

Sebanyak lebih dari 100 ekolah diizinkan oleh Dinas Pendidikan Kota Bekasi terdiri atas 22 SMP dan 88 SD dari sekolah negeri maupun swasta. Kegiatan pembelajaran tatap muka ini disertai dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat seperti menggunakan masker dan berjaga jarak.

Selain kota Bekasi, DKI Jakarta pun sudah menerapakan uji coba pembelajaran tatap muka. Kegiatan ini dimulai dari tingkat perguruan tinggi. Wakil Gubernur DKI jakarta Ahmad Riza Patria menilai mahasiswa sudah lebih dewasa dan lebih memahami tentang protokol kesehatan Covid-19.

Kegiatan belajar tatap muka, mendapat respon cukup baik bagi guru, murid, maupun orang tua. Pasalnya kegiatan belajar tatap muka memberikan siswa kesempatan untuk kembali ke sekolah dan adanya interaksi langsung dengan guru dan teman sebaya.

Selain itu, kegiatan belajar online yang telah dilakukan selama satu tahun kurang efektif. Banyak siswa dan orang tua yang mengeluhkan hal ini. Kegiatan belajar oline ini membuat siswa dan orang tua stres. Oleh karena itu, adanya uji coba kegiatan belajar tatap muka disambut baik bagi para siswa dan orang tua.

Dilansir dari berbagai sumber (25/03/2021), berikut dampak positif dari kegiatan belajar tatap muka bagi anak.

Baca Juga: Moms, Ini Dampak Buruk Menggantikan Anak untuk Belajar