Ilustrasi campak. (Shutterstock/Edited By HerStory)
Berakibat Fatal, Orang Dewasa yang Kena Campak Berisiko Pneumonia Berat dan Kebutaan
Sering dialami anak-anak, ternyata campak juga banyak menyerang orang dewasa. Dijelaskan oleh dr. Erpryta Nurdia Tetrasiwi, Sp. PD, Dokter Spesialis Penyakit Dalam - Eka Hospital MT Haryono," banyak orang dewasa merasa dirinya kebal sama campak karena waktu kecil udah vaksin".
Namun, Beauty tetap bisa terinfeksi kembali, terlebih jika campak sedang mewabah. Nah, bagaimana dengan orang yang hingga dewasa belum mendapatkan vaksin campak atau sama sekali belum pernah mengalaminya nih Beauty?
Tentu saja lebih rentan tertular ya Beauty. Belum lagi, terinfeksi campak saat dewasa efeknya bisa lebih fatal dibandingkan anak-anak bila tidak ditangani. Namun kabar baiknya, Beauty masih bisa mendapatkan vaksinasi campak saat dewasa.
Menurut dr. Erpryta,"meski campak sering menyerang anak-anak, studi menunjukkan orang dewasa yang tidak memiliki kekebalan tubuh yang cukup justru lebih berisiko mengalami gejala yang lebih berat". Sehingga ada tiga alasan utama mengapa orang dewasa tetap rentan:
Komplikasi fatal pada usia dewasa
Berbeda dengan anak-anak yang biasanya pulih dalam satu hingga dua minggu, orang dewasa seringkali mengalami komplikasi sistemik. Virus campak tidak hanya menyebabkan ruam kulit, tetapi menyerang sistem pertahanan tubuh secara keseluruhan (immune amnesia), yang memicu kondisi berikut:
Cara agar orang dewasa tidak terkena campak adalah dengan melakukan vaksinasi MMR (Measles, Mumps, Rubella). Vaksin ini tidak hanya melindungi dari campak, tetapi juga gondongan dan campak jerman (rubella). Vaksinasi pada usia dewasa berfungsi sebagai pengingat bagi sistem imun.
Bagi wanita yang berencana hamil, vaksinasi ini menjadi sangat penting karena campak dan rubella pada masa kehamilan dapat menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, hingga kecacatan bawaan pada bayi. Penting untuk dicatat bahwa vaksinasi MMR harus dilakukan setidaknya satu bulan sebelum memulai program kehamilan.
Selain vaksinasi, menjaga imunitas tubuh dan menghindari kontak dengan individu yang menunjukkan gejala demam dan ruam tetap menjadi protokol tambahan yang penting dilakukan selama masa wabah.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.