Ilustrasi penyakit kolesterol (Freepik/Edited by HerStory)
Penulis: Muhammad Nouza Dwi Putra Sukandar
Idul Adha adalah Momentum berbagi yang penuh berkah. Namun, di balik kebahagiaan merayakan hari raya kurban, ada risiko kesehatan yang mengintai akibat konsumsi daging berlebihan dan praktik penanganan yang kurang higienis. Berdasarkan pemberitaan dari berbagai media, berikut deretan penyakit yang wajib diwaspadai pasca Idul Adha.
Konsumsi daging merah, terutama yang diolah dengan santan kental seperti gulai, dapat meningkatkan kadar kolesterol total, LDL, dan trigliserida secara drastis. Dr. Mia Miranda dari Fakultas Kedokteran Unpas menyebut hiperkholesterolemia sebagai salah satu penyakit yang mengintai setelah Idul Adha. Kondisi ini bukan hanya membuat tubuh terasa berat, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
Daging merah dan jeroan mengandung purin tinggi yang dapat memicu peningkatan kadar asam urat dalam darah. Hiperuresemia terjadi ketika kadar asam urat melebihi ambang batas normal, menyebabkan nyeri sendi yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Media Kompas.com juga memasukkan asam urat sebagai salah satu dari tiga penyakit yang rentan muncul setelah Idul Adha.
Tekanan darah yang lebih tinggi dari 140/90 mmHg dapat muncul akibat konsumsi daging berlebihan dan makanan tinggi garam. Hipertensi sering kali tidak bergejala, tetapi dapat berakibat fatal jika tidak dikendalikan. Dr. Mia Miranda menekankan bahwa hipertensi termasuk penyakit yang perlu diwaspadai pasca perayaan Idul Adha.
Dispepsia menyebabkan ketidaknyamanan perut bagian atas, seperti rasa terbakar, kembung, begah, mual, atau cepat kenyang. Diare juga sering terjadi karena konsumsi daging yang tidak dimasak sempurna atau disimpan pada suhu tidak tepat. Kedua gangguan ini sangat umum terjadi setelah holidays di mana makanan dikonsumsi dalam jumlah besar dan kurang memperhatikan kebersihan.
Penyakit zoonosis seperti antraks dapat menular dari hewan ke manusia melalui kontak langsung dengan darah atau jaringan hewan yang terinfeksi. Indonesia Re memperingatkan masyarakat untuk waspada antraks menjelang Idul Adha karena penyakit ini berasal dari hewan ternak. Ancaman ini meningkat jika hewan kurban tidak diperiksa kesehatannya sebelum dimusnahkan.
Idul Adha seharusnya menjadi momentum untuk berbagi tanpa mengorbankan kesehatan. Dengan memahami deretan penyakit yang mengintai dan menerapkan langkah pencegahan sederhana, kita bisa menikmati hidangan kurban dengan aman dan sehat. Kesehatan adalah investasi jangka panjang jangan biarkan perayaan singkat merusak keseimbangan tubuh.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.