Menu

Dari Dapur hingga Usaha, Kini Semua Diatur Lebih Terencana!

04 Juni 2026 23:25 WIB
Dari Dapur hingga Usaha, Kini Semua Diatur Lebih Terencana!

Mr. DIY (Istimewa)

HerStory, Jakarta —

Beauty, kenaikan harga kebutuhan sehari-hari membuat banyak keluarga harus memutar otak agar pengeluaran tetap terkendali. 

Kondisi ini juga dirasakan Annisa Amelia (25), ibu rumah tangga asal Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, yang harus menjaga keseimbangan antara kebutuhan keluarga dan usaha es krim yang dijalankannya bersama sang suami di tengah tekanan inflasi yang masih berlangsung.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tahunan Indonesia pada April 2026 mencapai 2,42%. Kenaikan harga di sejumlah sektor membuat masyarakat semakin selektif dalam membelanjakan uang mereka, termasuk pelaku usaha mikro yang bergantung pada kestabilan biaya operasional untuk menjaga keberlangsungan bisnis.

Annisa menjadi salah satu contoh bagaimana keluarga muda beradaptasi dengan situasi tersebut. Bersama suaminya, ia mengembangkan usaha Ice Cream BJM yang telah berjalan selama tiga tahun dan kini menjadi sumber penghasilan utama keluarga. Produk mereka dipasarkan di sekolah hingga pasar malam dengan omzet harian mencapai Rp250 ribu.

Meski harga berbagai kebutuhan usaha terus meningkat, Annisa berupaya mempertahankan harga jual produknya. Menurutnya, sebagian besar pelanggan adalah anak-anak sekolah yang memiliki keterbatasan uang jajan sehingga kenaikan harga tidak bisa dilakukan secara sembarangan.

“Sekarang banyak harga barang yang naik, mulai dari plastik sampai bahan baku. Tapi pembeli kami anak-anak sekolah, uang jajannya terbatas. Jadi kami nggak bisa asal naikkan harga. Memang prioritas kami salah satunya adalah upgrade kemasan supaya lebih rapi dan nyaman dilihat orang. Untungnya, di MR.D.I.Y. dengan Rp100 ribu saja sudah bisa dapat banyak kebutuhan buat jualan maupun kebutuhan rumah tangga, jadi pengeluaran terasa lebih efisien,” ujar Annisa.

Selain menjaga biaya operasional, Annisa juga mulai lebih selektif dalam menentukan prioritas pengeluaran. Ia memperbarui perlengkapan usaha secara bertahap, mulai dari spanduk hingga kotak penyimpanan yang dinilai dapat meningkatkan tampilan produk di mata konsumen.

Tak hanya kebutuhan usaha, kebutuhan rumah tangga juga menjadi bagian dari perencanaan keuangan yang harus diperhatikan. Annisa mengaku lebih tenang ketika dapat memperkirakan pengeluaran tanpa harus khawatir menghadapi perubahan harga yang tidak terduga.

“Buat saya, harga yang tetap sama dan terjangkau bukan sekadar soal penghematan, tapi juga membantu usaha kami terus berjalan dan berkembang. Bahkan selain untuk kebutuhan jualan, saya juga bisa sekalian membeli kebutuhan rumah yang memang sudah harus diganti,” tambahnya.

Perencana keuangan Prita Ghozie menilai kepastian harga menjadi salah satu faktor yang membantu masyarakat mengelola anggaran secara lebih sehat di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.

“Di tengah tekanan inflasi yang masih dirasakan masyarakat, kepastian harga bukan sekadar keuntungan belanja, tetapi juga bagian dari perencanaan keuangan yang sehat. Ketika harga suatu produk bisa diprediksi, konsumen maupun pelaku usaha kecil dapat mengalokasikan anggaran mereka dengan lebih terencana dan tidak reaktif terhadap perubahan harga,” ujar Prita.

Menurutnya, kemampuan mengatur pengeluaran secara terencana menjadi semakin penting, terutama bagi keluarga muda dan pelaku UMKM yang harus memastikan kebutuhan rumah tangga dan usaha tetap berjalan beriringan.

Baca Juga: Bukan Sekadar Hobi, Kini Seni Jadi Identitas Gen Z Lho!

Baca Juga: Robot Vacuum Bantu Ibu Bekerja Hemat Waktu, Moms Tertarik Coba Gak?

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Artikel Pilihan