Sumber: istimewa
Memasuki tahun ke-12 perjalanannya, Re.juve memperkenalkan babak baru melalui Re.juve Youthful Exhibit: The New Cycle of Re.juve, sebuah pengalaman yang menandai transformasi brand dalam menghadirkan konsep wellness yang lebih menyeluruh dan dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Transformasi ini tidak hanya diwujudkan melalui produk, tetapi juga melalui cara Re.juve membangun pengalaman, ruang, dan kebiasaan konsumsi yang lebih relevan dengan gaya hidup modern. Melalui pendekatan tersebut, Re.juve ingin mengajak masyarakat melihat wellness bukan sebagai sesuatu yang rumit atau sulit dijalani, melainkan sebagai bagian dari pilihan kecil yang dapat dilakukan secara konsisten setiap hari.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa rata-rata konsumsi buah dan sayur masyarakat Indonesia baru mencapai 1,7 kilogram per orang setiap minggu. Angka tersebut masih berada di bawah rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni lebih dari 400 gram per hari atau sekitar 2,8 kilogram per minggu.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa meskipun kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat terus meningkat, konsumsi buah dan sayur secara rutin masih menjadi tantangan bagi banyak orang.
Sebagai brand True Cold-Pressed Juice yang dibuat dari buah dan sayur murni tanpa tambahan gula dan tanpa tambahan air, Re.juve menghadirkan pilihan yang lebih praktis untuk mendukung pemenuhan asupan buah dan sayur sebagai bagian dari pola makan seimbang.
Marketing & Growth Head Re.juve, Avilia, menjelaskan bahwa konsumsi Re.juve dapat menjadi salah satu cara untuk membantu memenuhi kebutuhan asupan buah dan sayur.
“Dengan minum empat botol Re.juve dalam seminggu, kita sudah mengonsumsi sekitar 2,4 kilogram sayur dan buah-buahan. Jumlah ini sudah sangat mendekati rekomendasi WHO, dan dapat dilengkapi dengan konsumsi buah dan sayur secara langsung dalam makanan sehari-hari,” ujar Avilia.
Menurut Re.juve, kebutuhan konsumen terhadap gaya hidup sehat saat ini tidak lagi hanya berkaitan dengan produk, tetapi juga pengalaman dan nilai yang dirasakan dari sebuah brand.
Karena itu, transformasi yang dilakukan Re.juve dihadirkan melalui pendekatan yang menghubungkan kualitas produk, kebiasaan konsumsi, serta pengalaman gerai dalam satu perjalanan wellness yang lebih utuh.
“Melalui transformasi brand dan konsep gerai terbaru, kami ingin mengajak masyarakat melihat wellness secara lebih utuh. Konsep Earth, Sun, dan Plants yang kami hadirkan merepresentasikan tiga aspirasi utama yang ingin kami dukung, yaitu Health, Beauty, dan Youthfulness. Inilah yang kami sebut sebagai siklus baru Re.juve, sebuah perjalanan untuk terus merawat tubuh, membangun kebiasaan yang lebih baik, dan merasa lebih segar dari hari ke hari,” tambah Avilia.
Melalui Re.juve Youthful Exhibit: The New Cycle of Re.juve, pengunjung diajak mengenal filosofi tersebut melalui pengalaman visual dan interaktif yang menampilkan bagaimana Re.juve menerjemahkan nilai wellness ke dalam produk, ruang, dan pengalaman brand yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
Sebagai bagian dari Great Giant Foods (GGF), Re.juve juga didukung oleh ekosistem pangan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Head of Corporate Communications Great Giant Foods, Putri Victor, mengatakan bahwa Re.juve merupakan bagian dari komitmen GGF dalam menerapkan Circular Economy Business Model guna menghadirkan nutrisi berkualitas melalui proses yang bertanggung jawab.
“Sebagai bagian dari Great Giant Foods, Re.juve didukung oleh ekosistem pangan yang terintegrasi dan berkelanjutan, dengan komitmen untuk menghadirkan nutrisi berkualitas bagi masyarakat. Mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses produksi, kami berupaya memastikan setiap tahapan dilakukan secara bertanggung jawab dan efisien. Dengan pendekatan ini, setiap produk Re.juve tidak hanya baik untuk dikonsumsi, tetapi juga dihadirkan melalui proses yang memperhatikan kualitas, keberlanjutan, dan tanggung jawab terhadap lingkungan,” ujar Putri.
Sebagai bagian dari transformasi tersebut, Re.juve juga berkolaborasi dengan Helen Agustine Studio untuk memperkenalkan konsep gerai terbaru yang mengusung pendekatan lebih terbuka, luas, dan interaktif.
Berbeda dengan konsep sebelumnya yang lebih berfokus pada fungsi grab-and-go, desain gerai terbaru ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang memungkinkan konsumen berinteraksi lebih dekat dengan brand.
Melalui konsep baru tersebut, Re.juve ingin menghadirkan ruang yang tidak hanya menjadi tempat membeli produk, tetapi juga menjadi titik temu antara gaya hidup sehat, kenyamanan, dan pengalaman yang lebih personal.
Architectural Designer Helen Agustine menjelaskan bahwa desain tersebut dirancang untuk membuat wellness terasa lebih mudah diakses dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui konsep ini, kami ingin menghadirkan ruang yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat membeli produk, tetapi juga menjadi ruang yang mengundang orang untuk berhenti sejenak, mengeksplorasi, dan merasakan pengalaman yang ditawarkan Re.juve. Melalui desain yang lebih terbuka dan interaktif, kami berupaya menciptakan suasana yang lebih hangat, nyaman, dan dekat dengan keseharian konsumen sehingga wellness dapat terasa lebih mudah diakses dan relevan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Melalui Re.juve Youthful Exhibit: The New Cycle of Re.juve, Re.juve menegaskan komitmennya untuk terus berkembang bersama kebutuhan konsumen dengan menghadirkan produk berkualitas, pengalaman yang lebih bermakna, serta pendekatan wellness yang lebih mudah dijalani dalam kehidupan sehari-hari.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.