Menu

Bali Angkat Tren Regeneratif Lewat Forum Keberlanjutan Global

13 Juni 2026 07:50 WIB
Bali Angkat Tren Regeneratif Lewat Forum Keberlanjutan Global

Apurva Kempinski Bali (Istimewa)

HerStory, Jakarta —

Beauty, tren hidup berkelanjutan atau sustainable living kini berkembang ke tahap berikutnya. Bukan hanya berupaya mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, konsep regenerative lifestyle mulai diperkenalkan sebagai pendekatan yang mendorong pemulihan dan perbaikan ekosistem, komunitas, serta kualitas hidup manusia secara berkelanjutan.

Perkembangan tren tersebut menjadi salah satu fokus dalam Path to Sustainable Growth 2026 yang akan digelar pada 24 Juni 2026 di Candi Ballroom, The Apurva Kempinski Bali. 

Mengusung tema "Regenerasi untuk Masa Depan", konferensi tahunan ini memperluas pembahasan dari isu keberlanjutan menjadi aksi regeneratif yang melibatkan berbagai sektor, mulai dari pariwisata, keuangan, pertanian, pendidikan, hingga ekonomi kreatif.

Melalui pendekatan tersebut, konsep hidup regeneratif tidak lagi dipandang sebatas isu lingkungan. Regenerasi juga mencakup upaya menjaga kesejahteraan manusia, melestarikan budaya, mengembangkan inovasi, hingga menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.

Tahun ini, penyelenggara mengubah fokus diskusi dari sekadar percakapan tentang keberlanjutan menjadi pembahasan mengenai dampak yang dapat diukur. Program konferensi disusun berdasarkan empat pilar utama, yakni Mendaur Ulang, Membaharui Kehidupan, Meregenerasi, dan Bijak Sumber Daya.

Konsep tersebut akan dibahas melalui empat panel diskusi yang menghadirkan pelaku dari berbagai bidang. Panel Legacy akan membahas hubungan antara warisan budaya dan pertumbuhan masa depan dengan menghadirkan Mita Alwi, Anak Agung Gde Rai, Heinz von Holzen, dan Wulan Tilaar.

Sementara itu, panel Preserving The Land and Nature akan mengangkat isu pengelolaan lingkungan dan energi terbarukan bersama Tara Susanto, Jeremy Cooper, Nina Sudiono, dan Galih Batara.

Pembahasan mengenai transformasi industri dan inovasi teknologi akan hadir dalam panel Regeneration yang melibatkan perwakilan Wings Indonesia, Maitri Fischer, Valerine Chandrakesuma, Shakieb, Phillippe, dan Jelle Therry.

Adapun aspek kesejahteraan manusia yang menjadi bagian penting dari gaya hidup regeneratif akan dibahas dalam panel Preserving People bersama Merta Ada, Nago Tejana, Natasha Clairine Mintarga, dan Agatha Anggiya Murni.

Beauty, tren regenerative lifestyle juga terlihat dari upaya melibatkan generasi muda dalam menciptakan dampak nyata. 

Hal itu diwujudkan melalui program Seeds of Changes, yaitu program pendampingan dan inkubasi selama delapan minggu bagi mahasiswa serta startup tahap awal yang bergerak di bidang pariwisata regeneratif dan inovasi berkelanjutan.

Program tersebut dibuka sejak Mei 2026 dan akan memilih sepuluh peserta terbaik pada Juni untuk mengikuti proses inkubasi dari Juli hingga Agustus. Para peserta akan mendapatkan pendampingan terkait pengembangan bisnis, strategi keberlanjutan, hingga penyempurnaan dampak yang ingin dihasilkan.

Sebagai bagian dari program, dua tim terbaik nantinya akan memperoleh hibah pengembangan, dengan nilai Rp50 juta untuk pemenang pertama dan Rp20 juta bagi pemenang kedua. 

Melalui pendekatan ini, konsep regenerasi tidak hanya berhenti sebagai wacana, tetapi juga diterjemahkan menjadi langkah nyata yang melibatkan masyarakat, pelaku usaha, dan generasi muda.

Baca Juga: Blossom Steakhouse di Sanur: Steak Premium, View Pantai, dan Sentuhan Lembut dari Pemilik Perempuan, Dewi Syrowatka

Baca Juga: Momen Self-Reward di Apéritif Ubud: Fine Dining Mewah yang Dipimpin Perempuan Tangguh, Amanda Syrowatka

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Artikel Pilihan