Film CLBK (Istimewa)
Kisah cinta yang kembali hadir di usia senja menjadi tema utama yang diangkat dalam film Cinta Lama Babak Kedua (CLBK) nih, Beauty. Lewat karakter Abi dan Sita yang diperankan Slamet Rahardjo dan Widyawati, film ini menunjukkan bagaimana perasaan yang pernah terkubur puluhan tahun bisa kembali muncul ketika dua mantan kekasih dipertemukan lagi.
Film produksi MIR Productions tersebut dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 2 Juli 2026. Disutradarai Ivander Tedjasukmana, CLBK menghadirkan cerita romansa lintas generasi yang berpusat pada hubungan masa lalu Abi dan Sita.
Dalam cerita, Abi dan Sita pernah menjalin hubungan pada masa muda. Namun, kisah cinta mereka berakhir tanpa penyelesaian yang baik dan meninggalkan luka yang bertahan hingga bertahun-tahun kemudian.
Masalah mulai muncul ketika cucu mereka, Ambar dan Raka, berencana menikah. Kebahagiaan keluarga mendadak berubah setelah Sita mengetahui bahwa kakek calon pasangan cucunya adalah Abi, sosok yang pernah menghancurkan hatinya di masa lalu.
Situasi itu membuat hubungan kedua keluarga menjadi rumit. Upaya Ambar untuk mendamaikan keduanya justru membuka kembali kenangan lama yang selama ini tersimpan. Ketegangan yang terjadi bahkan merembet ke hubungan Ambar dan Raka hingga keduanya mulai saling menjauh.
Menariknya, alih-alih hanya berfokus pada konflik keluarga, CLBK juga mengangkat sisi lain yang jarang muncul dalam film Indonesia, yakni romansa di usia lanjut.
Perjalanan cerita berubah ketika Abi dan Sita kembali dipertemukan secara tidak sengaja di Bandung. Pertemuan tersebut awalnya diharapkan menjadi kesempatan untuk berdamai dengan masa lalu. Namun, situasi berkembang di luar dugaan ketika benih-benih perasaan lama justru kembali tumbuh.
Premis inilah yang menjadi pembeda CLBK dari kebanyakan film romantis yang beredar saat ini. Jika umumnya kisah cinta berpusat pada pasangan muda, film ini justru menempatkan tokoh lansia sebagai pusat cerita.
Co-Producer film CLBK sekaligus founder MIR Productions, Vladimir Rama, mengatakan rangkaian pengenalan film telah dimulai melalui pemutaran khusus yang melibatkan media, key opinion leader (KOL), reviewer film, hingga komunitas seni peran.
“Hari ini kami melakukan Special Screening sebagai pembuka rangkaian activation untuk promo film CLBK. Selain mengundang media dan KOL, kami juga mengajak para Reviewer Film dan teman-teman dari Sekolah Akting & Teater. Harapannya, film CLBK dapat dikenal luas dan membuat calon penonton penasaran, ‘seperti apa sih ceritanya?’ karena dari judul filmnya sendiri sudah cukup unik; CLBK,” ujar Rama.
Ia menambahkan bahwa proses produksi dilakukan di Jakarta dan Bandung. Salah satu lokasi yang mendapat perhatian khusus adalah Jalan Braga yang disulap menjadi latar era 1970-an untuk menggambarkan masa muda Abi dan Sita.
“Filmnya sendiri diproduksi tahun lalu dan berlokasi di Jakarta dan Bandung. Kami menyulap Jalan Braga di Bandung agar terlihat seperti setting tahun 1970, lengkap dengan segala properti dan ekstras yang berpenampilan dari tahun tersebut. Cukup rumit, tapi sangat puas dengan hasilnya. Penonton bisa buktikan sendiri nanti di bioskop,” kata Rama.
Melalui kisah Abi dan Sita, CLBK menghadirkan cerita tentang pertemuan kembali dua orang yang pernah saling mencintai, sekaligus memperlihatkan bahwa romansa dapat hadir dalam fase kehidupan apa pun, termasuk di masa senja.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.