Menu

Hari Musik Sedunia, Google Rayakan Dangdut, Musik Lokal yang Tetap Relevan Lintas Generasi

21 Juni 2026 21:38 WIB
Hari Musik Sedunia, Google Rayakan Dangdut, Musik Lokal yang Tetap Relevan Lintas Generasi

Sumber: istimewa

HerStory, Jakarta —

Musik dangdut terus menunjukkan eksistensinya di tengah perkembangan industri musik modern. Bertepatan dengan Hari Musik Sedunia, Google menghadirkan Doodle spesial bertema dangdut di halaman utama mesin pencariannya sebagai bentuk apresiasi terhadap salah satu genre musik asli Indonesia yang telah dikenal hingga mancanegara.

Doodle tersebut menampilkan visual yang terinspirasi dari panggung dangdut yang dinamis, penuh warna, meriah, dan sarat dengan semangat kebersamaan. Ilustrasi ini dibuat oleh Ardhira Putra, ilustrator dan motion designer asal Jakarta yang dikenal melalui berbagai karya seni di Indonesia maupun tingkat internasional.

Menurut Ardhira, kesempatan untuk memvisualisasikan dangdut dalam perayaan Hari Musik Sedunia menjadi kebanggaan tersendiri.

“Sebuah kebanggaan tentunya bisa mendapatkan kesempatan untuk memvisualisasikan dangdut pada perayaan Hari Musik Sedunia tahun ini. Doodle ini saya buat untuk dapat menginspirasi masyarakat Indonesia agar terus bangga pada identitas musik kita. Bagi saya, dangdut adalah simbol inklusivitas, dengan perbedaan latar belakang yang ada, kita semua bisa berdiri di lantai panggung yang sama, saling bertukar kebahagiaan, dan berdendang bersama untuk merayakan kekayaan budaya Indonesia,” ujarnya.

Minat terhadap Dangdut Terus Meningkat

Data Google Search menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap musik dangdut masih bergerak dinamis sepanjang tahun ini.

Pencarian untuk genre spesifik "Popdut" tercatat meningkat 30 persen, sementara subgenre "Disco Dangdut" mengalami kenaikan 20 persen. Ketertarikan masyarakat terhadap pengalaman menikmati dangdut secara langsung juga terlihat dari meningkatnya pencarian "Dangdut Cafe" hingga 90 persen dan "Konser Dangdut" yang naik 30 persen.

Tidak hanya lagu-lagunya yang dicari, masyarakat juga aktif menelusuri berbagai referensi terkait budaya dangdut, termasuk gaya dan ekspresi para penyanyinya.

Pencarian mengenai "penyanyi goyang dombret" meningkat 100 persen, sementara pencarian "lirik lagu Inul Daratista Mawar Putih" naik hingga 120 persen dalam satu tahun terakhir dan menjadi salah satu topik yang banyak dicari di Google.

Pedangdut Inul Daratista menilai fenomena tersebut menunjukkan bahwa dangdut tetap memiliki tempat khusus di hati masyarakat Indonesia.

“Ternyata dangdut itu memang tidak pernah kehilangan tempat di hati masyarakat Indonesia. Dari dulu sampai sekarang, dangdut terus bergerak mengikuti zaman, tapi tetap punya rasa yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Sebagai pelaku di industri musik dangdut, tentu saya senang sekali melihat generasi baru masih mencari, mendengarkan, bahkan menikmati goyangan khas dangdut. Ini bukti bahwa dangdut bukan hanya musik hiburan, tapi juga bagian dari budaya kita yang hidup lintas generasi,” kata Inul.

Menjelajahi Dangdut Lewat Google Search

Perayaan Hari Musik Sedunia tahun ini juga menjadi momentum untuk memperlihatkan bagaimana teknologi membantu masyarakat mengeksplorasi musik lokal dengan cara yang lebih interaktif.

Melalui Google Search, pengguna dapat memanfaatkan berbagai fitur untuk menemukan dan mempelajari musik dangdut, mulai dari fitur Hum to Search yang memungkinkan pengguna menemukan lagu hanya dengan bersenandung, bersiul, atau menirukan irama lagu selama 10 hingga 15 detik.

Selain itu, pengguna juga dapat mencari lirik lagu secara langsung melalui Google Search yang dilengkapi fitur terjemahan untuk membantu memahami makna lagu dangdut daerah.

Google juga menghadirkan Knowledge Panels yang menyajikan informasi mengenai profil dan diskografi musisi dangdut Indonesia, serta fitur Key Moments yang memudahkan pengguna menemukan bagian tertentu dari video konser maupun tutorial musik melalui penanda waktu otomatis.

Dorong Pelestarian Musik Lokal di Era Digital

Google menilai teknologi dapat menjadi sarana untuk membantu generasi muda mengenal, mengeksplorasi, sekaligus melestarikan musik tradisional Indonesia di era digital.

Melalui berbagai fitur interaktif yang tersedia, masyarakat memiliki ruang yang lebih luas untuk mempelajari musik, mencari inspirasi kreatif, hingga mengenal karya-karya lokal dengan lebih mudah.

Country Marketing Manager Google Indonesia, Muriel Makarim, mengatakan bahwa Hari Musik Sedunia menjadi momentum penting untuk merayakan dangdut sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia.

“Hari Musik Sedunia tahun ini menjadi momen spesial bagi kami untuk merayakan Dangdut sebagai salah satu pilar budaya dan identitas bangsa Indonesia. Melalui data Google Search, kami melihat antusiasme luar biasa dari generasi muda yang tidak hanya mendengarkan, tetapi juga aktif mengeksplorasi musik ini secara digital—mulai dari mencari tutorial goyang hingga aransemen koplo. Lewat fitur interaktif di Google Search dan kehadiran Doodle khusus ini, kami ingin menyediakan ruang tanpa batas bagi masyarakat untuk terus melestarikan warisan lokal, berkreasi, dan bersama-sama membawa musik rakyat naik kelas ke panggung internasional,” ungkap Muriel.

Menurut Google, sinergi antara teknologi dan budaya tidak hanya membantu menjaga relevansi musik lokal di era digital, tetapi juga berpotensi memperluas jangkauan ekonomi kreator lokal serta memperkenalkan musik Indonesia kepada audiens yang lebih luas di tingkat global.

Melalui perayaan Hari Musik Sedunia ini, dangdut kembali ditegaskan sebagai salah satu warisan budaya yang terus berkembang mengikuti zaman sekaligus mampu menjangkau generasi baru melalui berbagai platform digital yang semakin dekat dengan keseharian masyarakat.

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Share Artikel:

Oleh: Ida Umy Rasyidah

Artikel Pilihan