PYFAESTHETIC (Istimewa)
Beauty, di tengah munculnya berbagai inovasi perawatan estetika, kolagen tetap menjadi salah satu komponen yang paling banyak diperbincangkan dalam dunia anti-aging.
Bukan tanpa alasan, kolagen berperan penting dalam menjaga kekencangan, elastisitas, dan struktur kulit yang secara alami akan menurun seiring bertambahnya usia.
Perhatian terhadap peran kolagen dalam perawatan kulit kembali mengemuka dalam gelaran Xpert Meet 3.0: Collagen Mastery Session dan Certified Collagen Training Workshop yang diselenggarakan PYFAESTHETIC. Kegiatan ini menghadirkan lebih dari 50 dokter spesialis kulit dan dokter estetika Indonesia untuk mendalami perkembangan terapi kolagen berbasis regeneratif.
Fokus utama pelatihan tersebut adalah Native Collagen Therapy melalui Collost, produk kolagen tipe 1 yang mempertahankan struktur Triple Helix utuh sehingga identik secara biologis dengan kolagen manusia. Pendekatan ini menjadi bagian dari tren dunia estetika yang kini semakin menekankan regenerasi kulit dibandin sekadar menyamarkan tanda-tanda penuaan.
Untuk memperkuat pemahaman ilmiah para praktisi, PYFAESTHETIC menghadirkan pakar estetika asal Rusia, Dr. Olga Borzykh, MD, yang memberikan pelatihan langsung mengenai pemanfaatan terapi kolagen dalam praktik klinis.
Head of Marketing PYFAESTHETIC, Wila Lesthia Kharisma, menjelaskan bahwa perkembangan teknologi estetika harus selalu diimbangi dengan pemahaman ilmiah yang kuat.
“Kami di PYFA percaya bahwa praktisi estetika terbaik lahir dari pemahaman keilmuan yang kuat dan berbasis bukti ilmiah (evidence-based). Kehadiran Collost sebagai entitas baru di Indonesia menuntut kami untuk bertanggung jawab penuh terhadap ekosistem medis. Melalui Certified Collagen Training ini, kami tidak hanya memperkenalkan produk, tetapi menginvestasikan keahlian tingkat dunia langsung kepada para mitra dokter kami demi keamanan dan kepuasan pasien di Indonesia,” jelas Wila.
Menurunnya produksi kolagen menjadi salah satu faktor utama munculnya tanda-tanda penuaan seperti kulit kendur, berkurangnya elastisitas, serta munculnya garis halus. Karena itu, berbagai terapi yang berfokus pada stimulasi maupun penggantian kolagen terus berkembang dalam industri estetika global.
Hal tersebut juga disampaikan dr. Rizky Hasian, dipl. CIBTAC dari Klinik RNR Pekanbaru yang mengikuti pelatihan tersebut. Menurutnya, pemahaman terhadap karakteristik kolagen berkualitas tinggi dapat memberikan manfaat nyata dalam penanganan pasien.
“Melalui seminar ini, banyak sekali ilmu yang saya dapatkan, terutama karena produk yang dibahas merupakan kolagen murni. Oleh karena itu, hasilnya sangat signifikan untuk mengatasi masalah penurunan kolagen pada wajah pasien kita dengan segera dan minimal risiko inflamasi,” ujar dr. Rizky.
Pembahasan mengenai kolagen juga berlanjut dalam Simposium AMUSE (Aesthetic Medicine Upgrade Symposium & Exhibition). Dalam forum tersebut, Dr. Olga Borzykh bersama Dr. Anastasia Romashkina membahas perkembangan Native Collagen Replacement Therapy serta perannya dalam masa depan aesthetic & regenerative medicine di Asia Tenggara.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa kolagen masih menempati posisi penting dalam dunia anti-aging. Seiring meningkatnya fokus pada regenerasi kulit dan pendekatan berbasis sains, kolagen terus menjadi salah satu elemen utama yang mendasari berbagai inovasi perawatan estetika modern.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.