Sumber: istimewa
Anak-anak masa kini tumbuh di tengah perkembangan teknologi yang menghadirkan banyak peluang untuk belajar dan bereksplorasi. Namun, di balik kemudahan tersebut, orang tua juga menghadapi tantangan baru dalam menjaga kualitas interaksi, membangun kedekatan emosional, serta memastikan anak mendapatkan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan dan tahap tumbuh kembangnya.
Tantangan pengasuhan saat ini tidak lagi hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan fisik anak. Orang tua juga perlu menciptakan lingkungan yang membuat anak merasa aman, percaya diri, dan memiliki kesempatan untuk mengenali potensinya sejak dini.
Perhatian terhadap kesehatan emosional anak pun menjadi semakin penting. Berdasarkan hasil pemeriksaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sekitar 10 persen atau sekitar 700 ribu dari 7 juta anak yang menjalani pemeriksaan terdeteksi mengalami gejala kecemasan dan depresi. Temuan tersebut menjadi pengingat bahwa kesehatan anak perlu dipahami secara menyeluruh, termasuk dari sisi emosional dan peran keluarga sebagai lingkungan terdekat mereka.
Menurut Spesialis Kebidanan dan Kandungan (Obgyn), dr. Erfenes, Sp.OG, perhatian terhadap tumbuh kembang anak sudah dimulai sejak masa kehamilan.
"Investasi kesehatan ibu dan bayi perlu dimulai sejak awal, karena kondisi ibu yang sehat secara fisik dan emosional menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembang anak. Dukungan dan keterlibatan aktif ayah sejak pra-kehamilan hingga pasca melahirkan turut berperan dalam membantu ibu menjalani setiap tahap dengan lebih optimal, mengurangi stres, mendukung keberhasilan ASI eksklusif, mencegah risiko komplikasi, serta menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak sejak dini," jelasnya.
Setelah anak lahir, stimulasi yang sesuai dengan usia juga menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan kemampuan, karakter, dan potensinya. Orang tua berperan memberikan ruang bagi anak untuk mencoba hal baru, berekspresi, serta membangun rasa percaya diri.
Hal tersebut juga disampaikan oleh Spesialis Anak (Pediatri), dr. S. Tumpal Andreas, M.Ked(Ped), Sp.A.
"Mengoptimalkan perkembangan anak bukan hanya tentang memastikan kondisi fisiknya sehat, melainkan juga tentang memberikan stimulasi yang sesuai dengan tahap pertumbuhannya. Anak perlu mendapatkan kesempatan untuk bermain, bergerak, mencoba, dan belajar dari lingkungannya. Dengan pendampingan yang tepat, anak dapat berkembang lebih percaya diri dan menemukan potensinya sejak dini
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.