Menu

Ulos Bertransformasi, Warna Pastel yang Cantik Jadi Sorotan IFW 2026

03 Agustus 2026 01:28 WIB
Ulos Bertransformasi, Warna Pastel yang Cantik Jadi Sorotan IFW 2026

Poppy Dharsono (istimewa)

HerStory, Jakarta —

Ulos kini hadir dengan tampilan yang berbeda. Di panggung BTN Indonesia Fashion Week (IFW) 2026, wastra khas Sumatra Utara tersebut tampil lebih segar lewat eksplorasi warna pastel atau soft color, menjadi salah satu inovasi yang diharapkan mampu membawa Ulos semakin dekat dengan selera Generasi Z tanpa meninggalkan nilai budaya yang diwariskan turun-temurun.

Transformasi tersebut menjadi sorotan dalam gelaran penutup hari keempat BTN Indonesia Fashion Week 2026, Sabtu (1/8). Sejumlah desainer, di antaranya Poppy Dharsono, Nita Seno Adji x STHYA, Tobatenun, Jabu Bonang, TENUN by Viviana Butik, Ruma Batak, hingga Yuni Pohan x Torang Sitorus, menghadirkan koleksi adibusana yang menjadikan Ulos sebagai sumber inspirasi utama.

Beauty, tak hanya siluet yang dibuat lebih modern, permainan warna juga menjadi pembeda pada koleksi tahun ini. Ulos yang selama ini identik dengan warna-warna tegas diinterpretasikan dalam nuansa pastel yang lembut sehingga tampil lebih ringan, elegan, dan sesuai dengan gaya berpakaian masa kini.

Ketua APPMI sekaligus Presiden Indonesia Fashion Week, Poppy Dharsono, menilai eksplorasi tersebut penting agar wastra Nusantara terus berkembang tanpa kehilangan akar budayanya.

"Sangat penting bagi para desainer mengeksplorasi wastra Sumatra Utara, salah satunya Ulos, dengan semangat kebaruan, inovasi, namun tetap tidak meninggalkan nilai kulturalnya," kata Poppy Dharsono.

Transformasi Ulos juga mendapat perhatian dari penggiat wastra Batak, Anung Kamaswara. Menurutnya, perkembangan yang terlihat di Indonesia Fashion Week menunjukkan kreativitas para penenun semakin berkembang, baik dari sisi teknik maupun eksplorasi warna.

"Di Indonesia Fashion Week tahun ini Ulos sudah bertransformasi bukan hanya kain adat, tetapi saya lihat sudah warna pastel dengan pewarnaan alam. Dan itu penenun sudah semakin kreatif. Jadi sangat membanggakan sekali kreativitasnya," ujar Anung Kamaswara.

Senada dengan itu, Hullia Ratu Tiara menjelaskan penggunaan warna pastel merupakan salah satu inovasi terbaru yang dihadirkan melalui kolaborasi House of Djuita, Torang Sitorus, Toba Tenun, dan Jabu Bonang.

"Ternyata ada juga Ulos warnanya soft, warna pastel, sehingga kami mencoba menampilkannya malam ini. Berangkat dan juga bereksplorasi dari warna-warna pastel jadi inovasi terbaru dari Ulos, mungkin lebih dekat dengan Gen Z," kata Hullia Ratu Tiara.

Di balik perubahan tampilannya, makna Ulos tetap dipertahankan. Penggiat wastra Batak Torang Sitorus mengingatkan bahwa Ulos bukan sekadar selembar kain, tetapi simbol kehangatan sekaligus warisan budaya yang terus hidup.

"Ulos itu pada prinsipnya adalah sesuatu yang menghangatkan. Jadi Ulos memang selembar kain, tapi Ulos punya makna lain. Warisan juga disebut atau diartikan Ulos. Jadi hari ini saya bangga sekali bisa cerita tentang Ulos di Jakarta sebagai kiblat fashion Indonesia. Lihat betapa di Indonesia Fashion Week kita lihat betapa Ulos sangat dicintai banyak orang, bukan hanya orang Batak, tapi masyarakat Indonesia," ujar Torang Sitorus.

Lewat eksplorasi warna, teknik, dan desain yang lebih kontemporer, BTN Indonesia Fashion Week 2026 memperlihatkan bahwa Ulos terus berevolusi mengikuti perkembangan zaman sekaligus tetap menjaga identitas budaya yang menjadi kekuatannya.

Baca Juga: Rianty Batik Perkenalkan Aureate Collection di IFW 2026, Buktikan Warisan Budaya Tetap Relevan

Baca Juga: Karier Berbelok ke Fashion, Arsitek Ini Raih Prestasi di IFW 2026

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Share Artikel:

Oleh: Azka Elfriza

Artikel Pilihan