Menu

Felicya Angelista: Kepercayaan Diri Perempuan Sering Diuji oleh Kolom Komentar

06 Agustus 2026 12:25 WIB
Felicya Angelista: Kepercayaan Diri Perempuan Sering Diuji oleh Kolom Komentar

Sumber: istimewa

HerStory, Jakarta —

Hampir 10 tahun membangun Scarlett, Felicya Angelista menyadari satu hal yang tidak banyak berubah, yaitu soal kepercayaan diri perempuan Indonesia yang masih sering goyah bukan karena diri mereka sendiri, tapi karena standar kecantikan di sosial media yang terus bergerak dan berubah-ubah.

"Kepercayaan diri adalah dimana kepercayaan diri sangat dipengaruhi oleh beauty standard di sosial media. Dan, beauty standard di sosial media sendiri juga berubah-ubah ya.h," ujar Felicya, Co-Founder Scarlett kepada Herstory dikutip Kamis (6/8/2026).

Menurutnya, banyak perempuan sebenarnya sudah merasa percaya diri dengan dirinya sendiri. Namun begitu membagikan foto atau selfie di media sosial, satu komentar yang tidak sesuai harapan bisa dengan mudah meruntuhkan rasa percaya diri itu.

"Jadinya gak percaya diri lagi," katanya sederhana, menggambarkan pengalaman yang mungkin familiar bagi banyak perempuan.

Dari situ, Scarlett memilih posisi yang jelas: menjadi bagian dari support system perempuan Indonesia, bukan penambah tekanan. "Kecantikan bukan hanya dari luar, tapi juga dari dalam," tegas Felicya.

Mendengarkan Dulu, Baru Mengambil Keputusan

Di balik pertumbuhan Scarlett selama tujuh tahun, ada satu prinsip yang terus dipegang: mendengarkan konsumen sebelum membuat keputusan bisnis. Prinsip ini terwujud lewat apa yang disebut Scarlett Beauty Ecosystem, sebuah ekosistem yang menghubungkan produk perawatan di rumah, layanan profesional di Scarlett Skin Clinic+, dan komunitas Sahabat Scarlett.

Salah satu tahapan penting dalam ekosistem ini terjadi di klinik SSC+, tempat para dokter mendengarkan langsung konsultasi konsumen terkait kondisi kulit yang mereka alami.

"Konsultasi yang dilakukan oleh konsumen akan Scarlett jadikan sebagai riset internal serta evaluasi perilaku konsumen terkait kebutuhan serta kondisi kulit," jelas Felicya.

Insight dari konsultasi ini kemudian digabungkan dengan data dan riset lain, memastikan setiap keputusan bisnis tetap berpusat pada kebutuhan nyata konsumen. "Insight menjadi landasan penting," tambahnya, "namun di luar itu Scarlett juga menggabungkan antara data serta riset."

Bukan Cuma Soal Produk

Bagi Felicya, membangun brand kecantikan tidak berhenti pada urusan produk. "Aku selalu percaya bahwa brand bukan cuma tentang produk, tapi juga tentang memberikan dampak yang bermanfaat untuk banyak orang," katanya.

Keyakinan ini diwujudkan lewat Scarlett Beauty Impact, yang dibagi menjadi dua pilar utama. Pilar pertama adalah women empowerment, membantu perempuan mencapai potensi maksimalnya melalui edukasi dan pelatihan. Pilar kedua adalah community livelihood, yaitu mensejahterakan komunitas sekitar lewat inisiatif sosial seperti UMROH dan food truck.

Menurut Felicya, program-program ini berjalan karena komunitas Sahabat Scarlett turut memiliki visi yang sama. "Happy-nya mereka juga punya visi yang sama," ujarnya tentang antusiasme komunitas dalam setiap program.

Dampak yang Ingin Terus Dibawa

Ditanya soal satu perubahan yang paling ingin dibawa untuk perempuan Indonesia ke depan, jawaban Felicya kembali pada dua hal yang selama ini menjadi fokusnya mendukung perempuan untuk terus berkembang dan membuka lebih banyak kesempatan agar masyarakat bisa lebih berdaya dan mandiri.

"Aku berharap setiap program yang dijalankan bukan cuma memberi manfaat sesaat, tapi juga bisa membantu banyak orang bertumbuh, lebih percaya diri, dan punya peluang yang lebih baik ke depannya," katanya.

Baginya, definisi dampak yang baik cukup sederhana namun mendalam "Impact yang baik adalah impact yang bisa dirasakan secara nyata dan berkelanjutan."

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Share Artikel:

Oleh: Ida Umy Rasyidah

Artikel Pilihan