Menu

Purbasari Angkat Kembali Tradisi Lulur Keraton untuk Temani Momen Self-CareAngkat Kembali Tradisi Lulur Keraton untuk Temani Momen Self-Care

06 Agustus 2026 23:21 WIB
Purbasari Angkat Kembali Tradisi Lulur Keraton untuk Temani Momen Self-CareAngkat Kembali Tradisi Lulur Keraton untuk Temani Momen Self-Care

Sumber: istimewa

HerStory, Jakarta —

Di tengah tren perawatan tubuh modern, tradisi kecantikan berbahan alami khas Nusantara tetap memiliki tempat di hati banyak perempuan. Salah satu ritual yang telah diwariskan turun-temurun adalah penggunaan lulur berbahan rempah, bunga, dan tanaman yang dipercaya mampu merawat kulit sekaligus memberikan rasa rileks bagi tubuh dan pikiran.

Terinspirasi dari warisan budaya tersebut, Purbasari menghadirkan Purbasari Lulur Mandi Teh Keraton, inovasi perawatan tubuh yang mengangkat kembali tradisi lulur khas Keraton Yogyakarta melalui formulasi modern. Produk ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman mandi yang memanjakan sekaligus menenangkan, tanpa meninggalkan esensi perawatan tubuh klasik.

Sejak berabad-abad silam, lulur berbahan alami telah menjadi bagian dari tradisi perawatan tubuh di lingkungan Keraton Yogyakarta. Menggunakan racikan rempah-rempah pilihan, bunga, daun, dan akar tanaman, ritual tersebut dipercaya mampu menutrisi kulit secara mendalam sekaligus menciptakan ketenangan bagi tubuh dan pikiran. Tradisi ini juga menjadi simbol keseimbangan antara alam dan tubuh yang diwariskan sebagai salah satu rahasia perawatan kulit para bangsawan.

Melalui Lulur Mandi Teh Keraton, Purbasari memadukan bahan-bahan alami bernilai tinggi dengan teknologi perawatan kulit masa kini. Produk ini diperkaya Chamomilla Recutita Extract (chamomile extract) yang dikenal membantu menenangkan kulit dan meredakan iritasi, serta Camellia Sinensis Leaf Extract (green tea extract) yang kaya antioksidan untuk membantu melawan tanda-tanda penuaan dini sekaligus menjaga elastisitas kulit.

Formula tersebut juga dilengkapi Jasminum Officinale Oil (jasmine oil) yang membantu menjaga kelembapan kulit sekaligus menghadirkan aroma lembut khas tradisional. Sementara itu, kandungan niacinamide berperan membantu memperbaiki tampilan kulit kusam sehingga kulit tampak lebih cerah dan sehat.

Menurut Purbasari, setiap penggunaan Lulur Mandi Teh Keraton menghadirkan sensasi lembut yang membersihkan kulit hingga ke pori-pori tanpa menghilangkan kelembapan alaminya. Teksturnya yang halus dipadukan dengan aroma teh melati khas, sehingga menciptakan pengalaman mandi yang menyegarkan sekaligus memberikan relaksasi layaknya perawatan spa ala keraton.

Sebagai upaya memperkenalkan kembali tradisi lulur kepada generasi muda, Purbasari juga menggelar acara bertajuk "A Touch of Royal Beauty" di halaman Candi Tirta Raharjo, Yogyakarta. Dalam kegiatan tersebut, belasan perempuan Gen Z diajak meracik sendiri lulur khas Keraton Yogyakarta agar dapat mengenal lebih dekat kekayaan tradisi perawatan tubuh Nusantara melalui pengalaman secara langsung.

Brand Executive Purbasari, Carensca, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk melestarikan budaya Nusantara sekaligus memperkenalkan kekayaan bahan alami Indonesia kepada generasi muda.

"Kami ingin melestarikan budaya Nusantara dan memberikan wawasan tentang kekayaan lokal yang tak kalah dengan produk luar negeri. Lulur Teh Keraton menjadi salah satu yang kami hadirkan agar masyarakat bisa merasakan perawatan ala keraton di rumah," ujar Carensca.

Melalui perpaduan antara tradisi dan inovasi, Purbasari berharap semakin banyak perempuan Indonesia yang mengenal kembali ritual perawatan tubuh khas Nusantara. Perusahaan juga ingin mengajak masyarakat menjadikan momen mandi sebagai waktu untuk memanjakan diri, menenangkan pikiran, sekaligus merawat keindahan alami kulit.

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Share Artikel:

Oleh: Ida Umy Rasyidah

Artikel Pilihan