Menu

Anak Makin Besar, Makin Susah Minum Susu? Ini Alasannya Moms!

24 Agustus 2026 09:35 WIB
Anak Makin Besar, Makin Susah Minum Susu? Ini Alasannya Moms!

Susu Champion (istimewa)

HerStory, Jakarta —

Beauty, memasuki usia sekolah dasar, anak mulai menunjukkan perubahan selera, termasuk dalam memilih minuman. Tak sedikit anak usia 7–12 tahun yang mulai enggan minum susu dan justru lebih tertarik pada minuman dengan rasa yang dianggap lebih menyenangkan, seperti cokelat. Kondisi ini menjadi tantangan bagi orang tua yang tetap perlu memperhatikan kecukupan nutrisi anak selama masa pertumbuhan.

Perubahan kebiasaan tersebut turut menjadi perhatian karena asupan DHA, yang berperan dalam fungsi dan perkembangan otak, dapat ikut berkurang ketika anak mengurangi konsumsi sumber nutrisi tersebut. Riset yang dipublikasikan dalam British Journal of Nutrition pada 2016 menunjukkan sekitar delapan dari 10 anak Indonesia usia 4–12 tahun memiliki asupan EPA dan DHA di bawah tingkat minimum yang direkomendasikan FAO/WHO.

Usia 7–12 tahun sendiri disebut sebagai periode penting dalam perkembangan otak anak. Pada fase ini, kebutuhan nutrisi menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan orang tua untuk mendukung aktivitas anak yang semakin padat, mulai dari belajar hingga bermain.

Namun, meminta anak mengonsumsi sesuatu yang tidak mereka sukai juga bisa menjadi tantangan tersendiri di rumah. Haruman Rustandi, Marketing Director Coffee & Health Food PT Mayora Indah Tbk, mengatakan preferensi anak perlu menjadi bagian dari pertimbangan orang tua.

"Sebagai orang tua, kita selalu ingin yang terbaik untuk anak. Tapi memaksa anak minum sesuatu yang tidak mereka suka hanya menciptakan konflik di rumah," ujar Haruman Rustandi. 

"Champion lahir dari pemahaman mendalam tentang tantangan ini," lanjutnya.

Melihat persoalan tersebut, PT Mayora Indah Tbk menghadirkan Champion sebagai minuman cokelat yang diperkaya DHA. Produk ini memadukan cita rasa cokelat malt dengan DHA dan nutrisi yang ditujukan untuk melengkapi kebutuhan harian anak usia sekolah.

Kandungan yang ditawarkan mencakup DHA untuk mendukung fungsi otak, nutrisi untuk mendukung pertumbuhan fisik anak yang aktif, serta rasa cokelat malt yang disesuaikan dengan preferensi anak.

"Kami percaya bahwa minuman yang enak dan minuman yang bernutrisi tidak harus menjadi dua hal yang berbeda," tambah Haruman Rustandi. 

"Champion membuktikan bahwa keduanya bisa berjalan berdampingan, dan anak-anak Indonesia layak mendapatkan keduanya sekaligus," tuturnya.

Champion kemudian diperkenalkan sebagai minuman cokelat pertama di Indonesia yang diperkaya DHA. Kehadirannya menyasar persoalan yang kerap dihadapi orang tua ketika anak mulai memilih minuman sendiri, yakni mencari pilihan yang tetap menarik bagi anak sekaligus memperhatikan kebutuhan nutrisinya.

Baca Juga: Bukan Sekadar Lari, Ini Tren Baru Gaya Hidup Fit di Jakarta

Baca Juga: Hati-Hati, Jangan Asal Percaya Tips Gizi di Media Sosial Moms!

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Share Artikel:

Oleh: Azka Elfriza

Artikel Pilihan