Sumber: istimewa
Liburan ke Singapura kini menawarkan semakin banyak pilihan pengalaman dalam satu kawasan. Resorts World Sentosa (RWS) memperluas atraksi, destinasi gaya hidup, kuliner, hiburan, hingga akomodasi melalui transformasi RWS 2.0.
Berlokasi di Pulau Sentosa, Singapura, resor terpadu seluas 49 hektare ini menghadirkan sejumlah destinasi baru yang menyasar wisatawan dari berbagai generasi. Pengembangannya mencakup Illumination’s Minion Land di Universal Studios Singapore, Singapore Oceanarium, WEAVE, serta akomodasi mewah The Laurus, a Luxury Collection Resort.
Melalui RWS 2.0, wisatawan diharapkan tidak hanya datang untuk mengunjungi satu atraksi, tetapi menjadikan kawasan RWS sebagai bagian dari keseluruhan perjalanan selama berada di Singapura.
Konsep transformasi RWS 2.0 pertama kali diperkenalkan pada 2019. Sejak saat itu, pengembangan dilakukan dengan memperluas pilihan atraksi, akomodasi, kuliner, hiburan, serta pengalaman gaya hidup dalam satu kawasan.
Salah satu atraksi baru RWS hadir di Universal Studios Singapore melalui Illumination’s Minion Land yang resmi dibuka pada Februari 2025.
Kawasan ini terbagi menjadi tiga area bertema, yaitu Minion Marketplace, Gru's Neighborhood, dan Super Silly Fun Land. Pengunjung dapat menikmati atraksi, hiburan, kuliner, serta merchandise yang terinspirasi dari karakter dalam franchise Despicable Me dan Minions.
Selain Minion Land, RWS juga menghadirkan Singapore Oceanarium sebagai destinasi wisata bahari yang memadukan habitat laut, edukasi, teknologi digital, serta berbagai pengalaman interaktif.
Dengan ukuran tiga kali lebih besar dibandingkan fasilitas sebelumnya, Singapore Oceanarium membawa pengunjung mengeksplorasi kehidupan laut melalui pengalaman imersif, mulai dari ekosistem pesisir Singapura hingga kawasan laut dalam.
Fungsinya tidak hanya sebagai destinasi wisata. Singapore Oceanarium juga memiliki Research and Learning Centre yang menyediakan ruang untuk penelitian, konservasi, edukasi, serta keterlibatan masyarakat dalam isu kelautan.
Bagi wisatawan yang ingin menikmati pengalaman di luar atraksi utama, RWS menghadirkan WEAVE, destinasi gaya hidup yang memadukan desain, ritel, kuliner, alam, dan seni.
Membentang di tiga lantai dengan luas lebih dari 20.000 meter persegi, WEAVE menawarkan berbagai konsep kuliner dan ritel dari merek lokal maupun internasional.
Beberapa di antaranya adalah Pierre Hermé Paris, serta Moutarde dan Sundae Royale dari chef berbintang Michelin Paul Pairet. Ada pula Dopamine Land yang turut hadir di kawasan tersebut.
WEAVE juga menjadi rumah bagi sejumlah konsep yang disebut pertama kali hadir di pasar tertentu. Di antaranya, bar cocktail pertama Din Tai Fung di Asia, gerai internasional pertama Standard Bread dari Korea Selatan, COACH Coffee Shop pertama di Singapura, serta POP BAKERY by POP MART pertama di Asia Tenggara.
Pilihan lainnya mencakup WeWa, konsep street food Timur Tengah bersertifikat halal, serta toko bertema Bearista dari Starbucks yang menjadi yang pertama di Asia Tenggara.
Dari sisi desain, WEAVE mengusung konsep kawasan tropis dengan perpaduan area hijau, ruang terbuka, toko dengan tata letak asimetris, serta area bersantai. Konsep ini dirancang untuk menciptakan transisi antara ruang dalam dan luar ruangan.
Pengembangan RWS 2.0 juga memperluas pilihan akomodasi bagi wisatawan yang ingin menghabiskan waktu lebih lama di kawasan tersebut.
Saat ini, RWS memiliki sejumlah pilihan hotel, mulai dari Crockfords Tower, Equarius Hotel, Equarius Villas, Hotel Michael, Hotel Ora, hingga The Laurus, a Luxury Collection Resort.
Dibuka pada Oktober 2025, The Laurus menjadi properti pertama The Luxury Collection di Singapura. Hotel ini memiliki 183 unit akomodasi kategori suite dan menjadi bagian dari portofolio Marriott International.
The Laurus menggabungkan warisan budaya, lanskap tropis, dan konsep kemewahan. Properti tersebut dirancang oleh firma arsitektur P49 Deesign di atas lahan seluas lebih dari 7.650 meter persegi.
Fasilitas yang tersedia antara lain Laurus Table, restoran yang menyajikan hidangan berkelanjutan dengan cita rasa regional. Selain itu, terdapat spa, pusat kebugaran, kolam renang, serta taman sensori dengan keanekaragaman hayati.
Chief Operating Officer Resorts World Sentosa, Chen Si, mengatakan RWS terus mengembangkan pengalaman bagi wisatawan dari Indonesia maupun negara-negara lain di kawasan.
“Kami percaya bahwa pengalaman perjalanan yang berkesan turut meninggalkan pengalaman yang mempererat kebersamaan dan memberikan setiap pengunjung sesuatu untuk dinantikan,” ujar Chen.
Menurutnya, pengembangan RWS diarahkan untuk menghadirkan lebih banyak pilihan bagi keluarga, sahabat, maupun wisatawan lintas generasi.
Selain atraksi permanen, RWS juga menghadirkan berbagai program musiman sepanjang tahun. Salah satunya adalah Festival of Thrills, yang berlangsung mulai 1 September hingga 1 November 2026.
Rangkaian ini menghadirkan berbagai aktivitas di kawasan RWS, termasuk Universal Studios Singapore Halloween Horror Nights 14 dan Into the Glowcean di Singapore Oceanarium.
Into the Glowcean juga menghadirkan silent disco yang disebut menjadi yang pertama di oceanarium tersebut. Sementara itu, pengunjung WEAVE dapat menikmati pengalaman bertema motorsport serta berbagai aktivitas gaya hidup dan kuliner.
Di tengah pengembangan berbagai atraksi, RWS juga memasukkan aspek keberlanjutan dalam operasional dan pengembangan resor. Salah satu target yang ingin dicapai adalah ambisi menjadi destinasi netral karbon pada 2030.
Indonesia sendiri menjadi salah satu dari tiga pasar utama bagi RWS. Melalui RWS 2.0, wisatawan Indonesia dapat menikmati beragam atraksi, akomodasi, kuliner, hiburan, dan pengalaman gaya hidup dalam satu kawasan ketika berkunjung ke Singapura.
Dengan pilihan yang semakin beragam, RWS menawarkan pengalaman yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan wisatawan, baik untuk perjalanan bersama keluarga, teman, maupun liburan lintas generasi.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.