Menu

Kaki Sering Terasa Berat dan Bengkak? Kenali Insufisiensi Vena Kronis dan Penanganannya

12 September 2026 00:24 WIB
Kaki Sering Terasa Berat dan Bengkak? Kenali Insufisiensi Vena Kronis dan Penanganannya

Sumber: istimewa

HerStory, Jakarta —

Keluhan seperti kaki terasa berat, nyeri, atau bengkak setelah berdiri lama kerap dianggap sebagai dampak dari aktivitas sehari-hari. Namun, kondisi tersebut juga dapat berkaitan dengan gangguan pembuluh darah, salah satunya chronic venous insufficiency (CVI) atau insufisiensi vena kronis.

Insufisiensi vena kronis merupakan gangguan pembuluh darah yang ditemukan pada sekitar 5–30 persen populasi dewasa, dengan kejadian yang meningkat seiring bertambahnya usia. Kondisi ini terjadi ketika pembuluh balik pada tungkai tidak mampu mengalirkan darah kembali ke jantung secara optimal. Salah satu penyebab umumnya adalah gangguan pada katup vena yang tidak menutup dengan baik, sehingga darah tertahan dan tekanan di dalam vena meningkat.

Jika berlanjut, insufisiensi vena kronis dapat menimbulkan rasa tidak nyaman hingga komplikasi pada tungkai. Salah satu pilihan penanganan bagi pasien dengan kondisi yang sesuai adalah Endovenous Laser Ablation (EVLA), sebuah prosedur minimal invasif yang dapat dilakukan di Siloam Hospitals TB Simatupang melalui center of excellence kardiologi untuk menangani insufisiensi vena kronis.

Bukan Sekadar Soal Varises

Insufisiensi vena kronis umumnya berkaitan dengan sejumlah faktor risiko, seperti pertambahan usia, riwayat keluarga, kehamilan, berat badan berlebih, serta kebiasaan duduk atau berdiri terlalu lama.

Varises dapat menyertai kondisi tersebut, tetapi tidak setiap varises berarti seseorang mengalami CVI. Begitu pula dengan pembengkakan tungkai yang tidak selalu disebabkan gangguan vena. Penyakit jantung, ginjal, hati, gangguan limfatik, hingga trombosis vena juga perlu dipertimbangkan sesuai gambaran klinis. Karena itu, pemeriksaan tidak cukup hanya dengan melihat vena yang tampak menonjol.

Keluhan yang sering muncul antara lain tungkai terasa berat atau nyeri, bengkak terutama setelah berdiri lama, gatal, serta vena yang tampak menonjol. Jika kondisi berlanjut, perubahan warna dan tekstur kulit hingga luka vena di sekitar pergelangan kaki juga dapat terjadi. Insufisiensi vena kronis pada kaki juga kerap berkaitan erat atau memicu terjadinya varises.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Intervensi-Peminatan Vaskular dari Siloam Hospitals TB Simatupang, dr. Emanoel Oepangat, Sp.JP(K), FIHA, mengatakan bahwa varises dapat menjadi tanda awal atau gejala fisik dari CVI.

Menurutnya, penilaian tidak hanya berfokus pada tampilan vena, tetapi juga perlu melihat apakah terdapat gangguan aliran balik vena, keluhan yang dirasakan pasien, serta perubahan pada kulit. Jika kerusakan katup vena semakin parah, CVI dapat berkembang dengan gejala berupa kaki yang sangat bengkak, nyeri kronis, perubahan warna kulit, hingga luka atau ulkus.

Bagaimana EVLA Dilakukan?

Penilaian kondisi pasien dilakukan berdasarkan gejala, pemeriksaan klinis, serta ultrasonografi dupleks. Pemeriksaan ini membantu menilai adanya refluks sekaligus memetakan vena yang mengalami masalah sebelum terapi dilakukan.

Pada kondisi tertentu, penanganan dapat mencakup aktivitas fisik, pengendalian berat badan, elevasi tungkai, serta kompresi. Sementara itu, tindakan endovenous dipertimbangkan bagi pasien yang memenuhi indikasi setelah manfaat, risiko, dan pilihan terapi dibahas bersama.

Dr. Emanoel menjelaskan, Endovenous Laser Ablation (EVLA) menggunakan energi panas melalui serat laser yang dimasukkan ke dalam vena yang mengalami refluks dengan panduan ultrasonografi. Tujuannya adalah menutup vena superfisial yang mengalami refluks, sementara aliran darah tetap berlangsung melalui jaringan vena lain yang berfungsi dengan baik.

Ia menegaskan bahwa EVLA bukan tindakan kosmetik semata dan tidak diberikan hanya karena terdapat vena yang terlihat menonjol. Menjaga berat badan, tetap aktif, menghindari duduk atau berdiri terlalu lama, serta mengikuti anjuran terapi juga dapat membantu menjaga kesehatan vena.

Menjelang World Heart Day 2026

Hospital Director Siloam Hospitals TB Simatupang, Dr. Dewi Wiguna, M.Sc, mengatakan fasilitas kesehatan tersebut mengembangkan layanan kardiovaskular yang mencakup pemeriksaan, terapi, dan pemantauan pasien, termasuk untuk gangguan pembuluh darah.

Menurutnya, momentum menjelang World Heart Day pada 29 September 2026 menjadi kesempatan untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai kesehatan jantung dan pembuluh darah. Kesehatan jantung, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan jantung, tetapi juga pembuluh darah yang berperan penting dalam menjaga kelancaran aliran darah ke seluruh tubuh.

Melalui kesempatan tersebut, Siloam Hospitals TB Simatupang juga memperkenalkan EVLA sebagai salah satu pilihan terapi modern untuk varises dan gangguan aliran balik darah pada vena.

Mada Shinta Dewi, Executive Director Siloam Hospitals TB Simatupang, menambahkan bahwa edukasi kesehatan menjelang World Heart Day 2026 tidak hanya diarahkan pada penyakit jantung, tetapi juga pemahaman mengenai kesehatan pembuluh darah dan sirkulasi.

Keluhan seperti kaki terasa berat, bengkak, perubahan kulit, atau luka yang sulit sembuh, menurutnya, sebaiknya tidak dianggap sepele. Edukasi tersebut diharapkan membantu masyarakat memahami kapan perlu melakukan pemeriksaan dan mendapatkan penanganan yang sesuai.

Siloam Hospitals TB Simatupang memiliki layanan kardiologi yang didukung sejumlah fasilitas, termasuk CT Scan 512 Slice generasi terbaru dan Cath Lab dengan teknologi terkini. Layanan tersebut juga didukung dokter ahli yang memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun menangani gangguan jantung dan pembuluh darah di Indonesia serta perawat-perawat tersertifikasi.

Dengan fasilitas tersebut, Siloam Hospitals TB Simatupang berharap dapat mendukung kesehatan masyarakat sekaligus menjadi rujukan bagi rumah sakit sekitar dalam penanganan penyakit jantung dan pembuluh darah. Rumah sakit tersebut juga menekankan bahwa teknologi medis digunakan berdasarkan kebutuhan klinis masing-masing pasien, bukan semata-mata karena teknologinya tersedia.

Siloam Hospitals TB Simatupang berlokasi di kawasan bisnis Jakarta Selatan dan menyediakan layanan kesehatan di berbagai bidang medis, dengan fokus khusus pada kardiologi, neuroscience, dan ortopedi. Rumah sakit ini juga menyediakan layanan hemodialisis serta didukung peralatan medis seperti CT Scan 512 Slices dan MRI 3 Tesla.

Selain itu, Siloam Hospitals TB Simatupang menjalankan kampanye “Lets Check The Beat”, yang menyediakan deteksi dini risiko aritmia melalui EKG Screening setiap Jumat pukul 10.00–12.00 WIB dan Sabtu pukul 09.00–11.00 WIB. Kampanye ini juga mencakup edukasi kepada masyarakat dan dokter spesialis mengenai perkembangan penanganan aritmia, dimulai pada Maret hingga September 2026 bertepatan dengan World Heart Day.

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Share Artikel:

Oleh: Ida Umy Rasyidah

Artikel Pilihan