Fashion Nation 2026 (istimewa)
Wastra lokal kini tak hanya hadir sebagai kain tradisional untuk acara tertentu lho Beauty!
Di panggung Fashion Nation 2026 di Senayan City, Jakarta, tenun Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, diterjemahkan menjadi busana kontemporer oleh lima desainer UMKM binaan Yayasan Astra YDBA. Pengolahan tersebut memperlihatkan bagaimana material tradisional dapat menemukan bentuk baru dalam fashion masa kini.
Lima desainer yang tampil adalah Copa de Flores, Alendra, Soloputri, Kelow, dan Conny's Creation. Mereka menghadirkan karya dengan tema Nusantara melalui pendekatan desain masing-masing, menggunakan tenun Manggarai Barat sebagai material utama yang kemudian diolah ke dalam busana dengan karakter kontemporer.
Kolaborasi tersebut merupakan bagian dari kerja sama Sparks Fashion Academy (SFA) dan Yayasan Astra Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) dalam rangkaian Fashion Nation 2026 sekaligus perayaan SFA 13th Anniversary. Kegiatan ini mempertemukan pendidikan fashion dengan pengembangan UMKM melalui pelatihan dan pendampingan.
Sebelum tampil di panggung fashion, kelima desainer mengikuti pelatihan bersama SFA mulai dari tingkat dasar hingga intermediate. Proses tersebut menjadi bagian dari pengembangan kemampuan mereka untuk mengolah kreativitas dan potensi lokal menjadi karya fashion.
Penggunaan tenun Manggarai Barat juga membawa perhatian pada kekayaan wastra sekaligus potensi pengrajin daerah. Material tradisional tersebut tidak sekadar dipertahankan dalam bentuk aslinya, tetapi diterjemahkan kembali melalui perspektif desain sehingga dapat masuk ke dalam konteks fashion kontemporer.
Pendekatan itu sejalan dengan tema Fashion Nation 2026, “13eyound: The Future Nostalgic – Celebrating the Past, Creating the Future”. Tema tersebut mempertemukan warisan masa lalu dengan interpretasi fashion masa kini dan masa depan.
Di sisi lain, proses pengembangan karya juga berkaitan dengan kesiapan pelaku UMKM dalam menjalankan bisnis fashion. Ketua Pengurus Yayasan Astra YDBA, Rahmat Samoleh, mengatakan pembinaan UMKM tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga mentalitas dan penguatan aspek bisnis.
“Setiap tahunnya, kami membina sekitar 1.000 UMKM melalui YDBA. Yang pertama kami bangun adalah mentality, karena tanpa mental yang kuat akan sulit untuk berkembang. Selanjutnya, kami memperkuat aspek Quality, Cost, dan Delivery atau QCD. Bersama SFA, kami melakukan pelatihan dan pembinaan bersama para mentor berpengalaman untuk mendukung perkembangan UMKM fashion,” ujar Rahmat Samoleh.
Selain fashion show, kolaborasi tersebut juga menghadirkan Mini Talkshow bersama SFA, Yayasan Astra YDBA, dan Bellayu. Rangkaian kegiatan ini menempatkan pendidikan, kreativitas, wastra, serta potensi pengrajin daerah dalam pengembangan fashion UMKM.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.