Terlepas menjalani persalinan pervaginam atau caesar, pemulihan pascapersalinan tentu jadi momen yang sulit bagi para ibu. Setiap metode persalinan memiliki efek pemulihannya sendiri.

Ketika kamu menjalani operasi caesar, itu tentu akan meninggalkan bekas luka di perut bagian perut yang akan bertahan selamanya. Beberapa ibu merasa bahwa bekas luka operasi caesar menjadi sumber rasa sakit dan ketidaknyamanan hingga bertahun-tahun setelah proses persalinan.

Bekas luka operasi caesar yang menyakitkan bisa jadi sulit untuk diatasi, dan seringkali berdampak pada kesehatan ibu. Ada beberapa kemungkinan mengapa bekas jahitan operasi caesar masih terasa sakit, antara lain:

Jaringan Parut Keloid atau Hipertrofik

Proses penyembuhan tubuh setiap orang dapat menyebabkan efek yang berbeda. Menurut What to Expect, terkadang bekas luka operasi caesar bisa berubah menjadi bekas luka keloid atau bekas luka hipertrofik.

Bekas luka keloid terjadi ketika jaringan parut tumbuh melampaui batas luka atau sayatan sehingga menimbulkan gumpalan jaringan parut. Sementara bkas luka hipertrofik adalah bekas luka yang lebih kencang dan lebih tebal, tetapi umumnya dalam batas yang sama dengan luka aslinya.

Beberapa wanita yang mengalami keloid atau bekas luka hipertrofik setelah operasi caesar. Banyak diantara merasakan rasa sakit dan ketidaknyamanan sehingga harus membatasi gerakan. Jika rasa sakit muncul terus, kamu bisa coba konsultasikan dengan dokter.

Baca Juga: 4 Hal yang Harus Dihindari Setelah Operasi Caesar, Berbahaya Kalau Dilanggar