Menu

Satu Pertanyaan Ini Bisa Buka Percakapan dengan Anak, Bisa Bikin Lebih Dekat Lho Moms!

26 September 2026 20:53 WIB
Satu Pertanyaan Ini Bisa Buka Percakapan dengan Anak, Bisa Bikin Lebih Dekat Lho Moms!

Binus (istimewa)

HerStory, Jakarta —

Saat anak remaja mulai bercerita tentang masalahnya, respons pertama orang tua tak selalu harus berupa nasihat lho Moms.

Kesempatan untuk didengarkan dan memiliki ruang aman untuk berbicara juga menjadi bagian penting dari dukungan wellbeing. Hal ini menjadi salah satu perhatian dalam peringatan R U OK? Day yang digelar BINUS SCHOOL Serpong pada Senin (21/9/2026).

Kebutuhan tersebut menjadi relevan melihat temuan Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) 2022. Survei itu mencatat sekitar 15,5 juta remaja Indonesia berusia 10–17 tahun atau 34,9 persen mengalami masalah kesehatan mental. Namun, hanya 2,6 persen di antaranya yang mengakses layanan bantuan.

Melalui R U OK? Day, BINUS SCHOOL Serpong mendorong kebiasaan sederhana untuk membangun komunikasi, seperti saling menyapa, menanyakan kabar, dan mendengarkan cerita tanpa mengabaikan kebutuhan bantuan profesional ketika diperlukan.

Di jenjang Secondary, sekolah menyediakan Listening Corner yang melibatkan siswa relawan untuk mendengarkan cerita teman-temannya. Area tersebut dikelola siswa yang tergabung dalam Club Buddy dan Mindspace.

“Di Early Years dan Primary, kami percaya bahwa budaya saling peduli dibangun melalui tindakan-tindakan kecil dalam keseharian. Kami ingin anak-anak belajar untuk peka terhadap perasaan orang lain dan memahami bahwa sesederhana menanyakan, ‘Kamu baik-baik saja?’ dapat memberikan dampak yang berarti. R U OK? Day menjadi pengingat bahwa kebiasaan untuk saling menyapa, mendengarkan, dan peduli satu sama lain perlu terus dilakukan setiap hari,” tambah Koordinator Wellbeing untuk Early Years & Primary BINUS SCHOOL Serpong, Rosemarie Mercado.

Koordinator Wellbeing untuk Secondary BINUS SCHOOL Serpong, Inez Taniwangsa, mengatakan sekolah juga berupaya membuat kebiasaan tersebut hadir dalam keseharian siswa.

“Kami sedang membangun budaya di lingkungan sekolah agar kebiasaan saling menanyakan kabar dan saling mendengarkan dapat terus hidup di kelas, di koridor, dan dalam keseharian seluruh komunitas sekolah,” tutur Inez.

Upaya tersebut menjadi bagian dari Wellbeing Programme yang diterapkan dari jenjang Early Years hingga Secondary. Program ini mencakup Positive Behavioural Interventions and Supports (PBIS), Multi-Tiered System of Support (MTSS), serta Wellbeing Centre yang menyediakan bimbingan, konseling, dan dukungan profesional.

Tim School Counselor juga melakukan pengamatan di kelas dan check-in berkala untuk mengenali kebutuhan siswa sejak awal. BINUS SCHOOL Serpong menerapkan rasio satu School Counselor untuk 150 siswa guna mendampingi persoalan akademik maupun nonakademik.

Dalam peringatan tersebut, seluruh siswa, guru, dan staf mengenakan pakaian kuning sebagai simbol keterbukaan. Sekolah juga menyediakan Kindness Board untuk membagikan pesan positif. Sementara itu, Student Lounge dialihfungsikan menjadi Listening Corner agar siswa memiliki ruang untuk bercerita dan didengarkan.

Baca Juga: Play-Based Learning Kini Jadi Tren Parenting Baru, Moms Tertarik Coba?

Baca Juga: Bukan Diperbaiki tapi Dipahami, Ubah Cara Pandang Bisa Jadi Kunci Tumbuh Kembang Anak Lho Moms!

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Artikel Pilihan