Teknologi medis untuk penanganan gagal jantung stadium lanjut kembali berkembang di Indonesia. Siloam Hospitals Kebon Jeruk, melalui Advanced Cardiac Care Clinic (ACCC), berhasil melakukan implantasi Left Ventricular Assist Device (LVAD) dan tercatat sebagai rumah sakit swasta pertama di Indonesia yang melakukan prosedur tersebut.
Tidak hanya satu, dalam waktu kurang dari satu bulan, tim Siloam Hospitals Kebon Jeruk berhasil melakukan prosedur implantasi LVAD pada dua pasien. Pencapaian ini menjadi bagian dari upaya memperluas pilihan terapi bagi pasien dengan gagal jantung stadium lanjut yang memenuhi kriteria klinis.
LVAD merupakan pompa jantung mekanis yang ditanamkan untuk membantu ventrikel kiri, yakni ruang utama jantung yang bertugas memompa darah ke seluruh tubuh. Pada pasien dengan gagal jantung stadium lanjut yang sesuai dengan kriteria klinis, perangkat ini dapat menjadi salah satu pilihan terapi ketika terapi medis optimal tidak lagi memadai.
Pada pasien yang tepat, LVAD dapat membantu meningkatkan kapasitas fungsional, kualitas hidup, dan kelangsungan hidup.
Kebutuhan Penanganan Gagal Jantung Masih Tinggi
Kehadiran pilihan terapi lanjutan seperti LVAD menjadi relevan di tengah kebutuhan penanganan penyakit jantung di Indonesia.
Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023) Kementerian Kesehatan RI, prevalensi penyakit jantung berdasarkan diagnosis dokter mencapai 0,85% secara nasional, yang secara estimasi setara dengan sekitar 2,4 juta penduduk Indonesia.
Kementerian Kesehatan juga mencatat penyakit jantung sebagai penyebab kematian dan disabilitas kedua tertinggi di Indonesia setelah stroke.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Siloam Hospitals Kebon Jeruk menghadirkan Advanced Heart Failure Center, pusat layanan yang secara khusus menangani pasien gagal jantung stadium lanjut secara multidisiplin.
Layanannya mencakup diagnosis, optimalisasi terapi medis, hingga pilihan terapi lanjutan berbasis alat seperti LVAD. Dengan kemampuan melakukan implantasi LVAD, pilihan penanganan yang tersedia dapat diperluas sesuai kondisi dan kebutuhan klinis masing-masing pasien.
Inge Samadi, Executive Director Siloam Hospitals Kebon Jeruk, mengatakan keberadaan Advanced Heart Failure Center bukan ditujukan sebagai sebuah gelar, melainkan bagian dari komitmen untuk menghadirkan penanganan gagal jantung stadium lanjut secara komprehensif di Indonesia.
“Kami ingin pasien memiliki akses terhadap teknologi, keahlian medis, dan pilihan terapi yang sebelumnya mungkin mengharuskan mereka mencari pengobatan ke luar negeri. Hari ini, kami ingin menghadirkan harapan tersebut lebih dekat bagi pasien di Indonesia,” ujar Inge.
Dua Pasien Jalani Prosedur dalam Kurang dari Sebulan
Prosedur pertama dilakukan pada pasien laki-laki berusia 44 tahun menggunakan HeartMate 3™ LVAD dari Abbott. Perangkat tersebut disebut memiliki salah satu basis data klinis terbesar di dunia dan telah digunakan pada lebih dari 42.000 pasien secara global.
Kurang dari satu bulan kemudian, tim Siloam Hospitals Kebon Jeruk kembali melakukan implantasi LVAD pada pasien kedua.
Menurut pihak rumah sakit, keberhasilan dua prosedur dalam rentang waktu tersebut tidak hanya menjadi pencapaian klinis, tetapi juga menunjukkan kesiapan sistem, tim multidisiplin, serta kapabilitas untuk menghadirkan layanan implantasi LVAD secara berkelanjutan.
dr. Melissa, MARS, Hospital Director Siloam Hospitals Kebon Jeruk, menilai keberhasilan dua kasus tersebut menjadi gambaran kesiapan layanan yang telah dibangun.
“Ini bukan sekadar tentang berhasil melakukan sebuah prosedur, tetapi tentang memastikan bahwa kami memiliki kesiapan untuk memberikan layanan ini secara berkelanjutan bagi pasien gagal jantung stadium lanjut yang membutuhkan,” katanya.
Melibatkan Tim Multidisiplin
Implantasi LVAD merupakan prosedur kompleks yang membutuhkan kolaborasi multidisiplin serta keahlian khusus dari dokter spesialis jantung dan bedah toraks-kardiovaskular.
Prosedur tersebut didukung tim medis Siloam Hospitals Kebon Jeruk yang terdiri dari dr. Leonardo Paskah Suciadi, Sp.JP, FIHA, FAPSC, FESC, FHFA, bersama dr. Maizul Anwar, Sp.BTKV(K) dan dr. Sugisman, Sp.BTKV, Subsp.JD (K).
Tim tersebut sebelumnya telah menjalani pelatihan intensif bersama para ahli LVAD internasional untuk mempersiapkan pelaksanaan prosedur dengan tingkat kompleksitas tinggi tersebut.
dr. Leonardo Paskah Suciadi mengatakan pengalaman melakukan dua prosedur tersebut memiliki makna tersendiri bagi tim medis.
“Ada suara paling menenangkan yang pernah saya dengar sebagai dokter jantung yaitu detak yang kembali stabil setelah nyaris berhenti. Dalam sebulan terakhir, saya mendengarnya dua kali,” ujarnya.
Ia menambahkan, LVAD bukan sekadar sebuah prosedur, tetapi dapat menjadi pilihan terapi bagi pasien gagal jantung stadium lanjut, khususnya mereka yang menghadapi keterbatasan pilihan transplantasi jantung.
Menggunakan HeartMate 3™ dengan Teknologi Full MagLev™
Dalam prosedur tersebut, tim menggunakan HeartMate 3™ LVAD, teknologi generasi terbaru yang dilengkapi Full MagLev™ Flow Technology.
Data uji klinis MOMENTUM 3 yang dicantumkan dalam materi Siloam menunjukkan tingkat kelangsungan hidup lima tahun sebesar 58,4%. Terapi LVAD juga telah menerima rekomendasi kelas 1A, yang merupakan klasifikasi tertinggi dari pedoman resmi AHA/ACC/HFSA.
Materi tersebut juga mencantumkan bahwa 87% penerima LVAD menyatakan akan kembali memilih menjalani prosedur tersebut jika mengetahui hasilnya sekarang.
Pencapaian implantasi LVAD ini diumumkan bertepatan dengan World Heart Day 2026 pada 29 September 2026, yang mengusung tema global “Don’t Miss a Beat”.
Melalui pencapaian tersebut, Siloam Hospitals Kebon Jeruk menyatakan semakin memperkuat kapabilitas penanganan gagal jantung stadium lanjut sekaligus memperluas akses terhadap layanan dan pilihan terapi lanjutan bagi pasien di Indonesia.
Penanganan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan klinis masing-masing pasien dan didukung oleh keahlian medis, kolaborasi multidisiplin, serta teknologi medis.
Advanced Heart Failure Center Tangani Kasus Jantung Kompleks
Siloam Hospitals Kebon Jeruk merupakan bagian dari Siloam Hospitals Group. Rumah sakit ini telah terakreditasi Joint Commission International (JCI) sejak 2016, sebagai standar akreditasi internasional untuk mutu dan keselamatan pasien.
Pada Juni 2026, Siloam Hospitals Kebon Jeruk juga menjadi rumah sakit pertama di Indonesia yang meraih Magnet® with Distinction™ dari American Nurses Credentialing Center (ANCC), tingkat pengakuan tertinggi di dunia untuk keunggulan layanan keperawatan.
Melalui Advanced Cardiac Care Clinic (ACCC), rumah sakit tersebut menyediakan layanan bagi pasien dengan kondisi jantung kompleks, termasuk gagal jantung stadium lanjut. Siloam Hospitals Kebon Jeruk juga disebut sebagai satu-satunya rumah sakit di Indonesia yang memiliki Advanced Heart Failure Center, pusat layanan multidisiplin yang secara khusus didedikasikan untuk penanganan pasien gagal jantung stadium lanjut.