Menu

Move, Eat, and Rest: Tiga Kebiasaan yang Kini Dikaitkan dengan Skin Health

02 Oktober 2026 04:50 WIB
Move, Eat, and Rest: Tiga Kebiasaan yang Kini Dikaitkan dengan Skin Health

Wardah (istimewa)

HerStory, Jakarta —

Siapa sangka menjaga kesehatan kulit ternyata tidak cukup hanya mengandalkan rutinitas skincare lho, Beauty!

Mulai dari pola tidur, aktivitas fisik, makanan, hingga pengelolaan stres ikut menjadi perhatian dalam pendekatan skin longevity, yang menempatkan kesehatan kulit sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.

Gagasan tersebut diangkat melalui Wardah Skin Longevity Clinic yang berlangsung pada 29 September–6 Oktober 2026 di Spac8 Ashta, Jakarta. Mengusung Reveal Your Lifestyle Rituals for Lasting Skin Health, pengalaman ini menghubungkan kondisi kulit dengan tiga pilar gaya hidup, yakni Move Eat Rest.

Dalam pendekatan tersebut, tidur dan recovery mendapat perhatian khusus karena berkaitan dengan kondisi kulit sehari-hari. Kurang tidur dan stres kronis disebut berkaitan dengan kulit yang tampak kusam dan lebih reaktif. Konsep circadian rhythm dan brain–skin axis digunakan untuk melihat hubungan antara pola istirahat, stres, dan kesehatan kulit.

“Setiap hari, kita menjalani banyak hal. Kita bergerak, bekerja, bertemu banyak orang dan makan di tengah kesibukan. Tanpa banyak kita sadari, kulit ikut menjalani semuanya bersama kita,” ujar Dr. Sari Chairunnisa, Sp.D.V.E., Deputy CEO ParagonCorp.

Selain Rest, pilar Move menempatkan aktivitas fisik teratur sebagai bagian dari kesehatan tubuh secara menyeluruh, termasuk sirkulasi dan kesehatan metabolik. Sementara Eat menghubungkan nutrisi dan kesehatan sistemik dengan kondisi kulit melalui pendekatan gut–skin axis.

dr. Yusri Dinuth, MM, ABAARM, Skin Longevity Expert, Founder Dryd Clinic & Medical Lead Soulbox Recharge, menjelaskan bahwa konsep longevity tidak hanya berbicara soal panjang usia, tetapi juga kualitas hidup.

“Lifespan adalah umur yang panjang. Sementara healthspan, yang menjadi bagian dari konsep longevity, adalah hidup panjang yang tetap berkualitas: tetap fit, aktif, dan berdaya tanpa harus bolak-balik berobat,” jelasnya.

Pendekatan ini juga sejalan dengan pengalaman Tasya Farasya yang kini memilih skincare berdasarkan kebutuhan kulit dan konsisten menggunakannya untuk pencegahan. “Aku nggak mau ikut-ikutan tren atau FOMO. Aku pilih skincare yang memang kulitku butuhkan, salah satunya dari Wardah, karena ingredients-nya jelas dan bisa dipakai rutin setiap hari. Tapi skincare saja nggak cukup. Pola tidur dan olahraga juga ikut menentukan kesehatan kulitku dalam jangka panjang,” ungkapnya.

Dalam perjalanan di klinik, pengunjung dapat mengikuti analisis kulit berbasis AI, asesmen Move Eat Rest, hingga pengalaman Personalized Skincare Experience dengan rangkaian seperti Wardah Crystal Secret Brightening. Berbagai aktivitas tersebut diposisikan untuk membantu pengunjung memahami kondisi kulit sekaligus melihat kebiasaan sehari-hari yang menyertainya.

Baca Juga: Kulit Terlihat Baik-Baik Saja, Tapi Belum Tentu Sehat Lho Beauty! Kok Bisa?

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Artikel Pilihan