Menu

Perjalanan Ayam Sebelum Tersaji, Dari Standar Produksi hingga Distribusi

18 Oktober 2026 13:33 WIB
Perjalanan Ayam Sebelum Tersaji, Dari Standar Produksi hingga Distribusi

Menu terbaru McD Indonesia, Smoky BBQ Wings. (Press Release)

HerStory, Jakarta —

Perjalanan ayam dari peternakan hingga menjadi menu restoran cepat saji melibatkan proses panjang, mulai dari pemenuhan standar produksi, pengawasan kualitas, hingga distribusi bahan baku. 

Di Indonesia, seluruh kebutuhan bahan baku ayam McDonald’s Indonesia dipasok oleh peternak lokal dan dikirim dalam kondisi segar setiap hari ke restoran.

Proses tersebut melibatkan pemasok yang menjalankan budidaya unggas komersial, termasuk PT Ciomas Adisatwa, bagian dari PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JAPFA Group). Perusahaan ini telah menjalin kemitraan dengan McDonald’s Indonesia selama lebih dari tiga dekade.

Kemitraan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan bahan baku, tetapi juga penerapan standar operasional, audit berkala, dan peningkatan kualitas produksi. Proses ini menjadi bagian dari upaya menjaga konsistensi produk yang diterima konsumen.

Standar Produksi Jadi Bagian dari Perjalanan Ayam

Head of Production Region Jabar 3 PT Ciomas Adisatwa Rendhiq Ramadhan mengatakan standar yang diterapkan McDonald’s Indonesia menjadi salah satu referensi perusahaan untuk meningkatkan kualitas produksi.

“Standar yang diterapkan McDonald’s Indonesia menjadi salah satu referensi eksternal untuk terus melakukan continuous improvement. Proses audit berkala mendorong kami untuk memastikan Standard Operating Procedure (SOP) dijalankan secara tepat dan konsisten. Pada akhirnya, standar tersebut tidak hanya bermanfaat dalam hubungan kami dengan McDonald’s Indonesia, tetapi juga menjadi salah satu dasar kami dalam mengembangkan bisnis dan melayani pelanggan lainnya,” jelas Rendhiq.

Selain ayam, sekitar 76han baku McDonald’s Indonesia dibeli dari mitra dalam negeri. Bahan baku tersebut mencakup sayuran, telur, beras, cabai, dan minyak goreng.

Ronni Rombe, Supply Chain & Quality Assurance Director PT Rekso Nasional Food, menjelaskan bahwa perusahaan membina ratusan pemasok melalui transfer pengetahuan, audit, benchmarking, hingga kunjungan studi ke luar negeri.

“Hubungan McDonald's Indonesia dengan para mitra bukan sekadar membeli, tapi diawali niat kuat agar dapat tumbuh bersama. Membawa semangat ‘Sepenuhnya Indonesia’, kami secara konsisten membina ratusan mitra melalui transfer pengetahuan, audit,* benchmarking, hingga study visit sampai ke luar negeri. Melalui proses ini, kami berbagi praktik terbaik dan memperkenalkan standar kualitas bertaraf global yang harus dipenuhi, termasuk dalam aspek keamanan pangan dan kesejahteraan hewan. Sebuah kebanggaan ketika para mitra terus mengembangkan kapabilitas mereka hingga bisa bersaing secara mandiri di pasar,” terang Ronni Rombe.

Dari Produksi hingga Membuka Lapangan Kerja

Rantai pasok ayam juga melibatkan tenaga kerja di fasilitas peternakan dan pengolahan. Di Padahanten Farm milik PT Ciomas Adisatwa di Majalengka, Jawa Barat, terdapat 41 pekerja tetap dan lebih dari 50 pekerja tambahan pada periode tertentu, terutama untuk proses panen dan bongkar muat.

Sementara itu, fasilitas rumah potong ayam PT Japfa Food Indonesia dapat mempekerjakan sekitar 400–1.500 orang per fasilitas.

Achmad Novel, Head of Quality Assurance PT Japfa Food Indonesia, mengatakan peningkatan kebutuhan turut mendorong pembukaan kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar fasilitas.

“Kebutuhan McDonald’s Indonesia yang terus meningkat turut berkontribusi dalam mendorong kami membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat di sekitar fasilitas. Selain mendapatkan pekerjaan, mereka juga memperoleh keterampilan dan pemahaman mengenai standar kerja. Seperti penerapan prinsip halalan tayyiban, keamanan pangan, hingga Animal Health Welfare dalam pengolahan. Pengetahuan ini sekiranya bisa mereka bagikan kembali kepada komunitas di lingkungan tempat mereka tinggal. Jadi, dampaknya terasa lebih berkelanjutan, tidak hanya dari sisi keuntungan ekonomi saja,” jelas Achmad.

Studi independen Oxford Economics untuk periode April 2024–Maret 2025 mencatat aktivitas McDonald’s Indonesia turut mendukung sekitar 48.700 lapangan kerja di berbagai sektor. Setiap 100 karyawan McDonald’s Indonesia juga mendukung hingga 330 lapangan kerja tambahan di sektor pertanian, distribusi, dan jasa pendukung.

Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa perjalanan bahan pangan hingga sampai ke konsumen melibatkan banyak pihak, mulai dari peternak dan pekerja produksi hingga distribusi. Setiap tahapan memiliki peran dalam memenuhi kebutuhan bahan baku restoran dan menjaga keberlangsungan rantai pasoknya.

Baca Juga: Mimpi Besar Tumbuh dari Warung Kecil Orang Tuanya, Ini Perjuangan Purnama Menuju Lapangan Impian

Baca Juga: Nobar Piala Dunia Jadi Ritual yang Makin Digemari, Ini Alasannya!

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Share Artikel:

Oleh: Azka Elfriza

Artikel Pilihan