Sumber: istimewa
Perkembangan industri kecantikan tidak hanya mendorong hadirnya berbagai bahan aktif baru, tetapi juga meningkatkan perhatian terhadap asal bahan baku yang digunakan dalam produk perawatan kulit. Konsumen kini tidak hanya mempertimbangkan manfaat skincare, tetapi juga mulai memperhatikan nilai yang melatarbelakangi proses pengembangan produk.
Salah satu pendekatan yang berkembang adalah ethical beauty, yakni upaya menghadirkan inovasi kecantikan dengan mempertimbangkan nilai etis dalam pemilihan bahan maupun pengembangan formulasi.
Mengikuti perkembangan tersebut, Glamazing, brand skincare lokal asal Malang, menghadirkan PDRN+ Series dengan menggunakan PDRN berbasis tumbuhan. Rangkaian moisturizer ini tersedia dalam dua formulasi, yaitu Rose PDRN dan Cica PDRN.
Inovasi tersebut menjadi bagian dari komitmen Glamazing terhadap ethical innovation, yakni menghadirkan alternatif bahan aktif tanpa mengesampingkan kebutuhan kulit konsumen.
Yudrika Azka, Chief Marketing Officer Glamazing, mengatakan bahwa pengembangan skincare tidak harus mengorbankan nilai etis untuk menghadirkan produk yang tetap memperhatikan kebutuhan kulit.
“Kami percaya inovasi skincare tidak harus mengorbankan nilai ethical untuk menghasilkan produk yang tetap efektif. Melalui PDRN berbasis tumbuhan, kami ingin menghadirkan alternatif bahan baku yang lebih sejalan dengan prinsip tersebut. Namun, yang terpenting bukan hanya dari mana bahan itu berasal, melainkan bagaimana keseluruhan formulanya mampu memberikan manfaat sesuai kebutuhan kulit konsumen,” ujar Yudrika.
Selama ini, PDRN dikenal luas melalui penggunaan DNA salmon dalam berbagai perawatan kulit. Namun, perkembangan teknologi bahan baku membuka peluang pemanfaatan PDRN dari sumber tumbuhan untuk produk skincare topikal.
Penggunaan PDRN dalam produk perawatan kulit juga mulai menjadi perhatian dalam penelitian. Dalam konten edukasi mengenai mitos dan fakta PDRN, dr. Gio menjelaskan bahwa anggapan PDRN hanya efektif melalui injeksi tidak sepenuhnya benar.
“Merupakan mitos dan tidak sepenuhnya benar jika PDRN dianggap hanya efektif melalui injeksi. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa PDRN dalam sediaan topikal atau produk skincare juga memiliki potensi manfaat untuk perawatan kulit,” jelas dr. Gio.
Perkembangan teknologi turut memungkinkan PDRN berbasis tumbuhan diolah menjadi fragmen DNA berukuran kecil untuk diformulasikan dalam produk skincare.
“Tapi, teknologi sekarang semakin maju. Ada PDRN tumbuhan yang diolah jadi fragmen DNA berukuran kecil dan bisa diformulasikan untuk skincare,” jelas dr. Cecillia Young.
Perkembangan tersebut menjadi salah satu konteks pengembangan PDRN+ Series dari Glamazing, yang memadukan PDRN berbasis tumbuhan dengan bahan aktif pendukung sesuai kebutuhan kulit.
Selain memperhatikan alternatif bahan baku, Glamazing juga menghadirkan formulasi yang memiliki tujuan berbeda. PDRN+ Series terdiri dari dua pilihan moisturizer dengan kombinasi bahan aktif yang disesuaikan dengan kebutuhan kulit.
1. PDRN Rose + Beta-Glucan Barrier Repair Cream
Varian ini mengombinasikan Rose PDRN, 2,5ta-Glucan, dan Panthenol. Formulasinya ditujukan untuk membantu menjaga hidrasi serta merawat skin barrier, khususnya pada kulit sensitif yang membutuhkan kelembapan ekstra.
2. PDRN Cica + PAD Glow Water Gel
Pilihan kedua memadukan Cica PDRN, 5% Azeloglicina (PAD), dan Allantoin. Formulasi ini ditujukan untuk membantu menjaga kelembapan, merawat kulit berminyak dan kusam, serta memperbaiki tampilan warna kulit tidak merata dan kemerahan akibat bekas jerawat.
Melalui kedua formulasi tersebut, Glamazing berupaya menghadirkan pilihan perawatan kulit yang memiliki tujuan penggunaan berbeda, sekaligus tetap mengedepankan prinsip inovasi bahan aktif.
Bagi Glamazing, penerapan prinsip ethical innovation tidak berhenti pada pemilihan bahan baku alternatif. Pengembangan produk juga perlu memperhatikan tujuan formulasi, kenyamanan penggunaan, dan manfaat yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.
“Bagi kami, ethical innovation bukan sekadar memilih bahan baku alternatif. Kami juga ingin memastikan bahwa setiap produk dikembangkan dengan tujuan formulasi yang jelas. Karena pada akhirnya, konsumen membutuhkan skincare yang tidak hanya sejalan dengan nilai yang mereka percaya, tetapi juga nyaman digunakan dan memberikan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan,” tambah Yudrika.
Pendekatan tersebut memperlihatkan bagaimana inovasi skincare dapat berjalan beriringan dengan perhatian terhadap asal bahan baku dan kebutuhan konsumen.
PDRN+ Series telah memiliki nomor notifikasi BPOM untuk masing-masing produk. PDRN Rose + Beta-Glucan Barrier Repair Cream terdaftar dengan nomor NA18260106085, sedangkan PDRN Cica + PAD Glow Water Gel memiliki nomor NA18260108448.
Kedua produk tersedia melalui kanal penjualan resmi Glamazing di Shopee dan TikTok Shop Glamazing.official.
Sebagai informasi, Glamazing merupakan brand skincare lokal asal Malang, Indonesia, yang berfokus pada inovasi bahan aktif, formulasi yang relevan dengan kebutuhan konsumen, serta produk perawatan kulit dengan harga terjangkau.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.