Menu

Persaingan Bisnis Kuliner Makin Ketat, Inovasi Menu dan Kualitas Bahan Baku Jadi Kunci

04 November 2026 22:10 WIB
Persaingan Bisnis Kuliner Makin Ketat, Inovasi Menu dan Kualitas Bahan Baku Jadi Kunci

Sumber; Istimewa

HerStory, Jakarta —

Persaingan bisnis kuliner semakin ketat. Pelaku usaha makanan dan minuman (F&B) dituntut terus berinovasi agar produknya tetap diminati konsumen. Selain menghadirkan menu baru, kualitas bahan baku, rasa, dan konsistensi sajian juga perlu diperhatikan.

Bahan baku yang berkualitas dan mudah diolah bisa digunakan untuk berbagai kreasi, mulai dari minuman, bakery, dessert, hingga makanan gurih.

Hal ini menjadi salah satu pembahasan dalam KRISTA InterFOOD 2026, pameran kuliner internasional yang mempertemukan pelaku industri makanan dan minuman. Dalam acara tersebut, Dairy Champ memperkenalkan produknya sebagai bahan baku untuk berbagai kebutuhan bisnis F&B, mulai dari perusahaan besar hingga UMKM.

Head of Marketing PT Etika Beverages Indonesia, Dodi Afandi mengatakan pelaku usaha kuliner tidak hanya perlu membuat menu baru, tetapi juga menjaga kualitas dan konsistensi produk.

"Tantangan pelaku usaha F&B saat ini bukan hanya menghadirkan menu baru, tetapi bagaimana mengembangkan kreasi yang tetap konsisten, efisien, dan relevan dengan kebutuhan pasar. Kami melihat pelaku usaha F&B membutuhkan bahan baku yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga serbaguna dan mudah diaplikasikan untuk mendukung berbagai kebutuhan pengembangan menu," ujar Dodi Afandi di NICE PIK 2, Tangerang, Rabu (4/11/2026).

Melalui produk serbaguna Dairy Champ, Dodi ungkap pihaknya ingin mendukung pelaku usaha B2B maupun UMKM kuliner untuk terus berkreasi dan menghadirkan menu sesuai selera konsumen.

Dalam kesempatan yang sama, Dairy Champ memperkenalkan kolaborasinya dengan Anomali Coffee. Kerja sama ini menghasilkan tiga menu dalam Unexpected Creamy Series, yaitu Ube Creamy Champ Latte, Dark Matcha Creamy Champ Latte, dan Creamy Champ Marble Cake.

Kolaborasi yang dimulai pada 30 September 2026 ini berlangsung selama tiga bulan. Ketiga menu tersebut tersedia di outlet Anomali Coffee Cipete, Senopati, WTC 3, Setiabudi One, dan Menteng, Jakarta.

Menurut Dodi, kolaborasi ini menunjukkan bagaimana bahan baku serbaguna bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan menu baru yang sesuai dengan kebutuhan bisnis kuliner.

"Melalui tiga kreasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa pemilihan bahan baku yang tepat dapat membuka lebih banyak ruang eksplorasi sekaligus membantu pelaku usaha menghadirkan menu yang relevan dengan preferensi konsumen dan memberikan nilai tambah bagi bisnis," tutur Dodi.

Dalam membuat minuman kopi, perpaduan bahan juga perlu diperhatikan agar rasa asli kopi tetap terasa. Keseimbangan rasa dan tekstur menjadi salah satu faktor penting dalam menghasilkan minuman berkualitas.

Co-founder Anomali Coffee, Irvan Helmi menyebut pengembangan ketiga menu tersebut dilakukan dengan mengeksplorasi perpaduan kopi dan bahan dairy. Kopi Anomali Coffee dipadukan dengan produk Dairy Champ untuk menghasilkan rasa yang seimbang.

"Bagi kami, pemilihan bahan baku berkualitas yang dapat saling melengkapi menjadi kunci dalam menghasilkan minuman dengan cita rasa yang harmonis dan konsisten. Eksplorasi ini juga memberikan ruang bagi barista untuk berkreasi dan menghadirkan inovasi menu yang tetap memiliki karakter serta relevan dengan preferensi konsumen." jelas Irvan.

Ketiga menu tersebut juga diperkenalkan di KRISTA InterFOOD 2026 melalui demonstrasi pembuatan kopi secara langsung (live coffee demonstration). Pengunjung bisa melihat proses pembuatan hingga perpaduan bahan yang digunakan.

Selain dengan Anomali Coffee, Dairy Champ juga berkolaborasi dengan pelaku usaha F&B lainnya, yaitu Bakerman untuk memperkenalkan berbagai kreasi menu di industri kuliner.

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Share Artikel:

Oleh: Azka Elfriza

Artikel Pilihan