Menu

Sering Catok dan Ganti Warna Rambut? Ini yang Sebenarnya Terjadi pada Kesehatan Rambut

08 November 2026 02:45 WIB
Sering Catok dan Ganti Warna Rambut? Ini yang Sebenarnya Terjadi pada Kesehatan Rambut

NR (Istimewa)

HerStory, Jakarta —

Memiliki rambut yang tertata rapi, mudah diatur, dan berkilau tentu menjadi salah satu hal yang dapat menunjang penampilan. Tidak heran jika banyak perempuan rutin menggunakan hair dryer, catokan, hingga melakukan coloring atau smoothing untuk mendapatkan tampilan rambut yang diinginkan.

Namun, di balik rambut yang selalu terlihat stylish, ada satu hal yang sering kali luput dari perhatian, yaitu kondisi kesehatan rambut itu sendiri.

Penggunaan alat styling bersuhu tinggi, paparan sinar matahari, serta proses kimiawi seperti pewarnaan dan pelurusan rambut dapat memengaruhi struktur batang rambut. Jika dilakukan secara berulang tanpa diimbangi perawatan yang sesuai, rambut berpotensi menjadi lebih kering, kusam, mudah kusut, bahkan kehilangan kilau alaminya.

Kondisi ini bukan berarti seseorang harus berhenti menata atau bereksperimen dengan rambut. Justru, memahami kebutuhan rambut dan memberikan perawatan yang tepat menjadi bagian penting agar rambut tetap terjaga kesehatannya.

Paparan Panas dan Chemical Treatment Bisa Memengaruhi Kondisi Rambut

Rambut memiliki lapisan pelindung terluar yang disebut kutikula. Lapisan ini berperan penting dalam menjaga kelembapan serta melindungi bagian dalam batang rambut.

Ketika rambut terlalu sering terpapar suhu panas dari catokan atau hair dryer, kelembapan rambut dapat berkurang sehingga membuatnya terasa lebih kering dan rapuh. Begitu juga dengan proses chemical treatment seperti bleaching, coloring, smoothing, dan perming yang dapat mengubah struktur rambut.

Selain itu, aktivitas di luar ruangan juga membuat rambut terpapar sinar ultraviolet (UV). Paparan tersebut dapat berkontribusi terhadap perubahan kondisi rambut, termasuk berkurangnya kekuatan dan kilau alami.

Itulah sebabnya rambut yang sering mengalami styling maupun perawatan kimiawi membutuhkan perhatian ekstra, terutama dalam menjaga kelembapan dan kondisi kutikulanya.

Rambut Kering dan Kusam Bukan Hanya Masalah Penampilan

Rambut yang kehilangan kelembapan biasanya memiliki tekstur lebih kasar, sulit diatur, dan tampak kurang berkilau. Pada kondisi tertentu, rambut juga lebih mudah mengalami patah karena batang rambut menjadi lebih rapuh.

Hal ini sering kali membuat seseorang merasa perlu melakukan styling berulang kali agar rambut terlihat lebih rapi. Padahal, penggunaan alat panas secara terus-menerus tanpa perlindungan yang tepat justru dapat menambah risiko kerusakan rambut.

Karena itu, penting untuk mulai memperhatikan rutinitas perawatan rambut, bukan hanya ketika rambut sudah terlihat rusak, tetapi juga sebagai bentuk pemeliharaan sehari-hari.

Baca Juga: Lazy Hairscaping Kian Digemari, Jadi Kunci Rambut Tetap Fresh Tanpa Ribet!

Baca Juga: Perempuan Sibuk Wajib Tahu, BLIV Bisa Jadi Andalan yang Praktis dan Cepat!

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Artikel Pilihan