Hidup dalam bahtera rumah tangga tentu saja akan terjadi gesekan hingga pertengkaran. Meski begitu, tak bisa dipungkiri bahwa kesejahteraan anak di dalam rumah harus ajdi prioritas para orang tua.

Untuk itu, saat orang tua bertengkar usahakan tak diketahui anak-anak. Apalagi orang tua meminta saran atau dukungan saat bertengkar. Pasalnya saat anak-anak melihat orang tua bertengkar akan memberikan dampak yang serius pada kehidupannya.

Meningkatkan Kecemasan Anak

Saat mengetahui orang tuanya bertengkar, itu bisa meningkatkan kecemasan pada anak lho. Pasalnya anak-anak juga sudah memiliki masalah di kehidupannya, seperti masalah akademis dan masalah dalam bersosialisasi dengan lingkungannya.

Dengan banyaknya tekanan, saat anak-anak mendengarkan orang tuanya bertengkar itu bisa membuat hidupnya semakin rumit dan rasa cemasnya menjadi lebih meningkat. Anak-anak pun akan merasa kurang aman dalam rumah dan gelisah di lingkungan yang seharusnya menjadi tempat perlindungannya itu

Menyebabkan Depresi dan Masalah Kesehatan Mental

Kesehatan mental anak merupakan masalah yang serius dan sangat memprihatinkan. Tekanan yang dihadapi oleh anak-anak terlebih diusia remaja di zaman sekarang tentu lebih rumit dibandingkan zaman dahulu. Dengan begitu, anak-anak pun semakin rentan mengalami masalah pada kesehatan mentalnya.

Ketika anak sering terlibat dalam perselisihan orang tuanya itu dapat membuatnya merasa sangat terganggu dan gelisah secara emosional. Para ahli mengatakan bahwa anak yang sering terlibat dalam konflik orang tuanya lebih berpotensi untuk mengalami depresi karena terlalu berat menanggung beban.

Baca Juga: Apa yang Terjadi Jika Anak-anak Melihat Orang Tuanya Bertengkar hingga Alami KDRT?

Hal itu disebabkan karena anak-anak berpikir bahwa kedua orang tuanya bertengkar karena kesalahan dirinya. Dengan begitu, anak pun menyalahkan diri sendiri sehingga menyebabkan gangguan emosional dan mental yang dapat sangat memengaruhi kesejahteraan anak secara keseluruhan.