Pendidikan seks yang diberikan pada remaja selama ini disalahpahami hanya terkait hubungan intim saja. Padahal sejumlah hal mengenai bagaimana kita mengenal citra tubuh, serta soal kesehatan organ-organ tubuh juga termasuk di dalamnya dab penting untuk dipelajari.

Paradigma semacam itu dirasa penting bagi orangtua ketika memberikan edukasi seks pada anak. Kebanyakan dari orang tua salah kaprah. Dianggap kalau membicarakan tentang seks, justru mendorong anak untuk melakukan hubungan seksual.

Padahal, edukasi seksual sebenarnya sangatlah luas dan tak terbatas soal hubungan seks saja. Contohnya, di usia 1 hingga 2 tahun, anak sudah bisa diajarkan tentang organ-organ seksual dengan penyebutan sesungguhnya.

Memberikan pendidikan seksual itu tak sama dengan mengajarkan anak aktivitas seksual yang tak bertanggung jawab. Sebagai masyarakat yang hidup di tengah nilai-nilai agama dan budaya, kedua hal tersebut juga bisa dikaitkan ketika orang tua mengajarkan pendidikan seks pada anak.

Jadi bukan hanya soal seksnya saja, tapi juga terkait dengan nilai-nilai apa. Anak itu perlu jelas nilai yang dia anut tentang seksualitas. Ketika bicara soal seks bersama dengan anak, orang tua tak boleh menghakimi mereka.

Membicarakannya pada anak juga tak satu arah. Buatlah itu sebagai diskusi. Nggak masalah punya pandangan apapun, agama apapun, budaya apapun, membicarakan seks dengan anak bukanlah hal tabu yang harus dihindari. Jadi, upayakan untuk saling terbuka ya, Moms.