Sore hari ini, Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia yang terletak di kawasan Jakarta Selatan kebobolan setelah seorang wanita tak dikenal masuk ke wilayah kekuasaannya.

Wanita tersebut terlihat memakai hijab dan rok, mengidentifikasikan bahwa dirinya adalah seorang wanita. Ia juga membawa senjata api. Untungnya, wanita tersebut sudah diamankan. 

Meskipun begitu, baku tembak tak dapat terelakkan. Dilansir dari VIVA, wanita tersebut lahir pada tahun 1995 dan mempunyai inisial ZA. 

Adanya terorisme memaksa pengamat terorisme Al Chaidar turut berkomentar. 

"Jadi anak Jakarta (wanita itu), saya rasa sebagai tentara kecil saja," tutur Al Chaidar. 

Al Chaidar juga menuturkan pendapatnya bahwa serangan tersebut diduga dilakukan oleh jaringan JAD. Hal ini dikarenakan aksi-aksi dari JAD dinilai kurang perencaaan dan diburu-buru, berbeda dengan Jamaah Islamiyah. 

Baca Juga: Zakiah Aini Terduga Teroris Penyerang Mabes Polri Tinggalkan Surat Wasiat, Isinya Singgung soal Ahok