Menyusui tentu jadi momen yang paling ditunggu-tunggu oleh para wanita setelah melahirkan. Selain memberikan nutrisi pada si kecil, menyusui juga jadi momen bonding ibu dan anak.

Di sisi lain, gairah seks pada wanita akan menurun saat masa menyusui. Melansir Healthline (1/4/2021) hasil dari studi 2005 menemukan bahwa wanita yang menyusui lebih mungkin untuk menunda hubungan seksual daripada wanita yang enggak menyusui.

Setelah melahirkan, kadar estrogen wanita akan turun, dan kadar dua hormon, prolaktin dan oksitosin, akan meningkat. Kedua hormon ini memiliki memberikan dampak yang signifikan pada tubuh. Masing-masing hormon ini pun dapat mengganggu gairah seks.

Kombinasi dari peningkatan prolaktin dan oksitosin dapat membuat wanita merasa sangat senang saat menyusui anaknya. Kebutuhan keintiman emosional dan fisik wanita dapat dipenuhi dengan menyusui si kecil, sehingga gairah seks dengan pasangan pun bisa menurun.

Namun, bisa juga terjadi hal sebaliknya. Hormon yang meningkat dan sentuhan sensual dapat meningkatkan gairah seksual wanita saat masa menyusui. Payudara adalah zona sensitif seksual. Wanita mungkin merasa lebih mudah terangsang berkat lonjakan hormon dan sensasi di tubuh.

Jika merasa bahwa masa menyusui memengaruhi dorongan seksual, penting untuk diketahui bahwa ini adalah hal yang normal. Setelah melahirkan ada perubahan hormonal dan gangguan gaya hidup sehingga libido wanita bisa mencapai puncak dan turun untuk beberapa saat. Namun, seiring berjalannya waktu gairah seks akan kembali seperti sediakala.

Baca Juga: Busui Merapat, Ini Sederet Cara Menjaga Produksi ASI saat Bulan Puasa

Beberapa faktor yang mungkin menurunkan gairah seks adalah kelelahan pascapersalinan. Tentu saja, setiap wanita berbeda, dan banyak ibu menyusui melaporkan bahwa menyusui tak mempengaruhi libidonya sama sekali.