Pernahkah Moms menemukan bayi yang berusia kurang dari lima bulan mendadak menangis saat sedang tidur malam, seperti sedang mengigau. Menurut dokter spesialis anak, hal ini dipengaruhi aktivitas bayi di siang hari.

Mengutip dari berbagai sumber, (01/04/2021) aktivitas siang hari memengaruhi tidur malam hari. Bayi disarankan untuk tak terlalu diajak beraktivitas berlebih dari jam 4 sore ke atas, karena dapat mempengaruhi aktivitas tidurnya.

Bayi menangis bisa jadi juga karena merasa nggak nyaman, mungkin karena popoknya terlalu basah. Penyebab lainnya adalah karena haus atau ingin digendong.

Beberapa kali mungkin juga Moms menjumpai bayi baru lahir yang menyungging senyum dalam tidurnya. Mitos menyebut si kecil sedang diajak bercanda oleh makhluk halus. Padahal ini refleks saja. Refleks senyum paling sering muncul saat bayi tidur atau di masa transisi antara waktu bangun dan tidur.

Pamela Garcy, PhD, seorang psikolog klinis di Dallas, AS, menyebut senyum bayi di masa-masa awal hidupnya adalah reaksi fisik dan bukan tanda emosional. Selama fase tidur rapid eye movement (REM), tubuh bayi mengalami perubahan fisiologis yang mengaktifkan refleks tertentu. Salah satunya adalah senyum.

Senyum refleks pada bayi di minggu-minggu awal kehidupannya diyakini sebagai naluri kelangsungan hidup. Terkadang mereka juga tersenyum saat sedang buang angin. Refleks ini akan menjaga bayi merasa aman.

Baca Juga: Moms, Bayi Lebih Baik Tidur di Ruangan Gelap atau Terang? Ini Jawabannya!

Senyum refleks ini biasanya muncul saat bayi berusia tiga hari dan akan terus Moms lihat sampai si kecil berusia sekitar dua bulan. Seiring bertambahnya usia, kemampuan senyum bayi akan semakin tampak. Bayi berusia enam hingga delapan pekan akan memamerkan senyumnya jika mendapatkan hal yang menyenangkan, misalnya saja pada saat didekap, mendengar suara tertentu atau melihat wajah tertentu.