Meghan Markle dan Pangeran Harry hadir dalam wawancara buka-bukaan bersama Oprah Winfrey pada 7 Maret 2021 lalu. Dalam wawancara itu, Meghan dan Harry membeberkan hal-hal mengejutkan. Beberapa di antaranya yakni tuduhan rasisme kepada Kerajaan Inggris, niat Meghan Markle untuk bunuh diri, hingga mengklaim telah menikah tiga hari sebelum royal wedding.

"Aku tidak akan menjalani hidupku dalam ketakutan. Aku telah kehilangan ayah, kehilangan seorang bayi, hampir kehilangan nama, identitasku hilang,” ungkap Meghan Markle dalam wawancara bersama Oprah Winfrey, 7 Maret 2021 seperti dikutip dari berbagai sumber.

Rupanya, wawancara tersebut mendapatkan ribuan keluhan. Ofcom atau komisi penyiaran Inggris telah mencatat sekitar 207 penonton yang mengadukan wawancara Meghan Markle dan Pangeran Harry. Ratusan penonton tersebut menyuarakan keluhan terhadap acara tersebut.

Jika ditotal, wawancara Meghan Markle dan Pangeran Harry telah dikritik sebanyak 5.380 orang setelah tayang pada 7 Maret 2021 lalu. Tidak diketahui secara jelas apa saja yang dikeluhkan ribuan orang tersebut dalam wawancara dua jam Meghan dan Harry.

Namun, keluhan tersebut rupanya telah mencetak rekor. Dilansir dari berbagai sumber, (04/04/2021) wawancara Meghan Markle dan Pangeran Harry telah menerima jumlah keluhan tertinggi selama seminggu terakhir. Meghan melampaui acara Ant and Saturday Night Takeaway dari Ant dan Desember yang memiliki 146 aduan.

Baca Juga: Meghan Markle Menang di Persidangan, Agensi Paparazzi Splash Bangkrut

Anak kedua Meghan Markle dan Pangeran Harry juga akan menjadi keturunan Kerajaan Inggris pertama yang lahir di Amerika Serikat jika rencana itu terwujud. Terlepas dari itu, Meghan Markle dan Pangeran Harry masih bungkam terkait keluhan ribuan orang atas wawancara mereka dengan Oprah Winfrey.