Sejak bayi lahir ke dunia, tubuhnya akan mengalami perubahan setiap harinya. Perubahan tersebut meliputi penambahan berat badan, kemampuan mengangkat kepala sendiri, mampu membalikan tubuh hingga memanggil sebutan mama dan papa.

Namun, perubahan pada bayi tak selalu baik. Ada juga perubahan kondisi yang membuat orang tua khawatir, seperti kerontokan rambut. Masalah rambut rontok pada bayi sering terjadi sehingga membuat para orang tua bertanya-tanya apa yang sedang terjadi pada si kecil.

Melansir laman mustelausa (5/4/2021), rontoknya rambut bayi merupakan hal yang normal. Sama seperti orang dewasa, bayi juga dapat mengalami kerontokan rambut. Hal itu disebabkan karena hormon.

Tapi apa sebenarnya kerontokan rambut bayi itu dan mengapa itu bisa terjadi? Dan Apa yang harus dilakukan orang tua ketika bayinya mengalami kebotakan?

Para ahli di Mustela menjelaskan bahwa istilah ilmiah untuk kondisi ini adalah telogen effluvium. Istilah ini dapat menipu dan mengkhawatirkan karena telogen effluvium dapat digunakan untuk merujuk pada berbagai macam kerontokan rambut pada bayi, anak-anak, dan orang dewasa. Enggak ada penyebab serius hingga menyebabkan telogen effluvium.

Rambut memiliki tahap pertumbuhan dan tahap istirahat. Selama tahap istirahat, rambut tetap berada di dalam folikel hingga rambut baru mulai tumbuh. Seiring bertambahnya usia, sekitar 5 hingga 15 persen rambut di kulit kepala biasanya dalam fase istirahat, tetapi stres, demam, atau perubahan hormonal dapat menyebabkan rambut berhenti tumbuh.

Kadar hormon bayi baru lahir berfluktuasi secara signifikan setelah lahir, hal itu dapat menyebabkan bayi kehilangan rambut saat lahir. Tubuh bayi memproses hormon ibu dan menggantinya dengan sesuatu yang lebih cocok untuk hidup di luar rahim.

Hal itu pun dibenarkan oleh American Academy of Pediatrics (AAP). Disebutkan bahwa kebanyakan bayi kehilangan sebagian atau bahkan semua rambutnya saat bulan-bulan awal setelah dilahirkan dan itu sangat normal.

Baca Juga: Rambutmu Rontok Parah? Coba Perbanyak Konsumsi 8 Makanan Ini!

ahli di Oregon Health and Science University menyebutkan bahwa kebanyakan rambut rontok terjadi dalam 6 bulan pertama setelah dilahirkan. Kondisi ini akan parah sekitar 3 bulan awal hidup di dunia. Pada beberapa bayi, pertumbuhan kembali rambut terjadi pada waktu yang sama dengan rambut rontok.