Indonesia memiliki beragam tradisi di setiap daerah. Untuk di wilayah Kalimantan Barat, ada tradisi Robo-robo yang wajib kamu ketahui nih.

Robo-robo merupakan upacara tolak bala yang dilakukan masyarakat Kalimantan Barat di hari Rabu Minggu terakhir bulan Safar. Tradisi Robo-robo dilakukan untuk mengingat datangnya Raja Mempawah Pertama Opu Daeng Menambon ke Mempawagh. Melansir Indonesia.go.id (8/4/2021) Robo-robo diambil dari bahasa Arab Ar-bia'/Raba'a yang berarti hari Rabu.

Saat upacara  Robo-robo, masyarakat Kalbar pun akan kumpul untuk makan bersama di pinggir sungai yang dilakukan sejak dahulu kala. Tradisi ini dilestarikan guna menjalin silaturahmi antar masyarakat.

Makanan yang disajikan ketika upacara Robo-robo, seperti opor ayam, sambal serai udang, selada timun hingga ikan pedas khas Provinsi Seribu Sungai itu. Ada juga kue-kue, seperti bingke, sangon, jorong, putuh buluh dan pisang raja.

Sebelum mulai makan bersama, diawali dengan pembacaan doa. Selain itu, masyarakat Kalbar juga berharap diberikan berkah dari Allah agar terhindari dari marabahaya yang mungkin terjadi setiap bulan safar.

Tak hanya makan bersama, dalam upacara Robo-robo juga ada ritual membuang makanan ke sungai. Hal ini dilakukan sebagai simbol membuang petaka agar hanyut dibawa arus sambil memanjatkan doa yang dikenal sebagai Doa Selamat. Ritual ini juga menjadi artian bahwa masyarakat Kalbar hidupnya melekat dengan sungai yang memiliki banyak keberkahan.

Awalnya Robo-robo hanya dilakukan oleh suku Melayu yang beragama islam di Kuala Mempawah. Namun, kini ritual Robo-robo dilakukan hampir semua masyarakat Kalbar maupun yang beragama non-Muslim.

Baca Juga: Deretan Fakta Menarik tentang Lismaryani Sutarmidji, Istri Gubernur Kalimantan Barat, Inspiratif Banget!