Menjadi istri seorang pemimpin tentu adalah hal yang membanggakan. Meski begitu, hidupnya tak serta merta menjadi lebih mudah. Sebaliknya, saat menjadi pendamping seorang pemimpin kehidupannya akan penuh sorotan sehingga berusaha semaksimal mungkin untuk tak melakukan kesahalahn.

Banyak para istri gubernur yang memiliki beragam prestasi. Salah satunya adalah Lismaryani Sutarmidji. Dirangkum beberapa sumber, berikut fakta-fakta terkait istri dari Sutarmidji Gubernur Kalimantan Barat itu:

1. Dinobatkan sebagai Ayah dan Bunda Genre Kalimantan Barat

Dilansir dari Kalbarprov.go.id (8/4/2021) Gubernur Kalimantan Barat H.Sutarmidji,SH.M.Hum dan sang istri Hj.Lismaryani Sutarmidji didapuk sebagai Ayah dan Bunda Genre Kalimantan Barat. Penobatan ini dilakukan oleh Deputi BKKBN Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga, M Yani  pada tahun 2019 lalu di Pendopo Gubernur.

Bukan tanpa alasan, hal ini dilakukan guna mengkampanyekan penurunan angka nikah muda di Kalbar. Pasalnya Kalbar menjadi salah satu daerah dengan angka nikah muda yang tinggi.

2. Menjabat sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda)

Selain menjadi istri Gubernur Kalimantan Barat, Lismaryani juga dipercaya untuk menjabat sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Kalimantan Barat. Dengan begitu, Lismaryani pun aktif mendorong masyarakat untuk lebih kreatif dan pro aktif dalam membuat kerajinan. Salah satunya adalah kerajinan tenun Kalbar yang mulai dikenal secara luas.

3. Didapuk menjadi Ketua Pengurus Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BKKKS)

Di tahun 2019, Lismaryani juga dilantik sebagai Ketua Pengurus Badan Koordinasi  Kegiatan Kesejahteraan  Sosial (BKKKS) provinsi Kalimantan Barat. Pelantikan itu dilakukan oleh sang suami yang juga merupakan Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, S.H, M.Hum.

Baca Juga: Mengetahui Robo-robo, Tradisi Khas Masyarakat Kalimantan Barat

Dipercaya menduduki jabatan Ketua BPPPK, Lismaryani Sutarmidji pun berusaha untuk bekerja secara maksimal dengan membantu anak-anak yang kurang mampu serta penyandang disabilitas.