Miss Eco Indonesia, Intan Wisni Permatasari sedang jadi perbincangan hangat netizen setelah cuplikan videonya dalam ajang Miss Eco International tersebar luas. Video tersebut menampilkan dirinya menjawab pertanyaan dari juri menggunakan translator. Netizen menduga dirinya enggak bisa berbahasa Inggris.

Berharap dapat dukungan melimpah dari negeri sendiri, Intan malah dibully lewat sosial media. Kontestan Miss Eco International yang digelar di Mesir itu dengan cepat memberikan klarifikasi ke depan publik dengan video.

Dalam video tersebut, diduga ia masih berada di balik panggung Miss Eco International. Intan menjelaskan kegugupan dirinya saat berada di atas panggung dan pernah punya trauma dalam berbicara dengan bahasa Inggris.

"Aku ada trauma ngomong bahasa Inggris depan publik. Kenapa? karena aku pernah dibully, se-dibully itu, se-trauma itu, dan aku pernah sampai se-stres itu," ungkap Intan dalam video.

Awalnya ia mengira jika menggunakan translator, pertanyaannya akan lebih ia mengerti dan lebih mudah untuk menjawabnya. Namun ternyata, ia masih terbata-bata di atas panggung dan enggak begitu mengerti masalah politik, jadi dirinnya kurang bisa menjawab pertanyaan dari juri dengan sempurna.

“Aku bener-bener syok gara-gara pernyataan itu tentang politik. Setau aku pertanyaan Miss Eco itu hanya wanita dan lingkungan dan aku hanya belajar sebatas itu aja," ujar Intan.

Intan Wisni pun meminta maaf kepada masyarakat luas dan mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada rakyat Indonesia yang telah mendukungnya. Dikabarkan, Intan hanya sampai 10 besar di ajang Miss Eco International dan sudah tereliminasi.

"Aku mohon maaf aku hanya sampai sini. Terima kasih atas dukungan kalian," katanya.