Indonesia masih sangat kental dengan tradisi. Terlebih ketika wanita tengah hamil memasuki usia tujuh bulan, beberapa wilayah memiliki tradisi yang diturunkan dari para leluhur.

Salah satunya adalah upacara Mandi Tian Mandaring yang berasal dari Kalimantan Selatan. Melansir laman Warisan Budaya Kemendikbud, terdapat nama lain dari Mandi Tian Mandaring, itu adalah Bapagar Mayang atau urang banjar bemandi-mandi karena tempat mandi dalam upacara itu memakai pagar mayang.

Tradisi ini khusus diadakan untuk wanita hamil yang usia kandungannya sudah mencapai tujuh bulan. Upacara ini dilakukan sebagai bentuk syukur karena sebentar lagi bayi yang dikandung akan lahir ke dunia. Upacara ini juga diharapkan bisa menjadi doa untuk anak yang dikandung agar selalu taat kepada Allah SWT dan bisa berbakti kepada kedua orang tuanya.

Ketika upacara ini digelar, calon ibu akan dimandikan dalam sebuah pagar mayang, yaitu pagar yang sekelilingnya digantungkan mayang-mayang pinang.  Saat berada dalam pagar mayang untuk dimandikan, pakaian yang dikenakan diganti kain kuning.

Tiang-tiang pagar dibikin dari batang tebu yang diikat bersama tombak. Di dalam pagar ditempatkan perapen, air bunga-bungaan, air mayang, keramas asam kamal, kasai tamu giring, dan sebuah galas dandang diisi air yang telah dibacakan doa-doa.

Baca Juga: Mengulik Resep Soto Banjar, Makanan Khas Kalimantan Selatan yang Bisa Jadi Ide Menu Sahur Perdana di Bulan Ramadan 2021

Selesai upacara, wanita tian mandaring dibawa ke dalam rumah. Di hadapan hadirin yang semuanya wanita, rambutnya disisir, dirias dan digelung serta diberi pakaian bagus. Upacara ini diakhiri dengan bersalam-salaman sambil mendoakan wanita tian mandaring.